BBM Oktan Rendah Berbahaya, Bahan Bakar Berkualitas Didorong

Selasa, 22 Mei 2018 - 21:27 WIB
BBM Oktan Rendah Berbahaya,...
BBM Oktan Rendah Berbahaya, Bahan Bakar Berkualitas Didorong
A A A
JAKARTA - Bahaya Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan rendah seperti Premium bagi kesehatan kembali diingatkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Lantaran hal itu pihak terkait, seperti Kementerian ESDM dapat menerapkan kebijakan penggunaan BBM berkualitas.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Agus Nurali di Jakarta. “BBM oktan rendah dapat mengganggu saluran pernafasan, apalagi di jalanan yang padat kendaraan. Yang punya risiko asma bisa lebih memicu asma, sampai jangka panjang adalah kanker paru-paru,” jelas Imran.

Menurutnya, emisi kendaraan bermotor memang menjadi salah satu sumber pencemar udara di samping sumber pencemar lain, seperti industri, perkantoran, dan perumahan. Pencemaran udara dari kendaraan bermotor yang melebihi ambang batas, lanjut dia, akan mengakibatkan gangguan kesehatan. “Kualitas udara bisa menurun dan tentu saja berdampak negatif terhadap kesehatan manusia,” sambungnya.

Salah satunya panyakit yang bakal timbul yaitu kanker. Imran menjelaskan, hal ini terjadi karena terdapat reaksi hidrokarbon (HC) di udara dan membentuk ikatan baru yaitu plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH). PAH tersebut, ujarnya, banyak dijumpai di daerah industri dan daerah dengan tingkat lalu lintas yang padat.

“Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker. Kanker akibat pencemaran udara erat kaitannya dengan radikal bebas, yang pada umumnya mengakibatkan ketidaknormalan dalam metabolisme tubuh,” tegas Imran.

Mengingat dampak buruk BBM oktan rendah itulah, Kemenkes mendukung upaya peningkatan kualitas udara melalui jaminan ketersediaan BBM berkualitas. Antara lain, seperti tercermin melalui Peraturan Menteri (Permen) LHK No. 20/Setjen/Kum.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

Aturan tersebut, mengatur pemberlakuan standar emisi, yaitu sesuai teknologi Euro-4 di Indonesia. “Mendukung BBM berkualitas. Karena ketersediaan BBM dengan kualitas baik yang disertai kualitas kendaraan laik jalan/hasil uji emisi baik, akan mengurangi polusi udara,” kata dia.

Penetapan BBM itu sendiri, diakui Imran bukan tugas dan fungsi Kemenkes. “Namun yang kami harapkan adalah kebijakan Kementerian terkait untuk menggunakan BBM yang tidak akan berpotensi menghasilkan polutan yang melebihi Nilai Ambang Batas/NAB yang sudah ditetapkan oleh Permen LHK tersebut,” ujar dia
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Simak Baik-baik, Begini...
Simak Baik-baik, Begini Tahapan Penghapusan Premium dan Pertalite
BBM Premium dan Pertalite...
BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?
Bagaimana Nasib BBM...
Bagaimana Nasib BBM Premium, Menteri ESDM: Secara Alami Tergantikan Oleh Pertalite
Premium Bakal Dihapus,...
Premium Bakal Dihapus, Ahok: Subsidi Bisa Dialihkan ke Pertalite
Demi Langit Biru, Premium...
Demi Langit Biru, Premium Dihapus?
Soal Penghapusan Premium,...
Soal Penghapusan Premium, Kang Emil: Jangan Sampai Merugikan Masyarakat
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
7 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
14 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
39 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved