Usulan Pengalihan Subsidi ke BBM Oktan Tinggi Dikaji

Sabtu, 09 Juni 2018 - 17:01 WIB
Usulan Pengalihan Subsidi...
Usulan Pengalihan Subsidi ke BBM Oktan Tinggi Dikaji
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengkaji usulan Komisi VII DPR mengenai pengalihan pemberian subsidi ke jenis bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi yang memiliki kualitas lebih baik, seperti pertalite atau pertamax.

Pertalite dan pertamax adalah BBM nonsubsidi produksi pertamina dengan Research Octan Number (RON) masing-masing 90 dan 92 yang lebih berkualitasdibanding BBM jenis premium dengan RON 88.

"Itu positif, kita lihat dulu. Kita evaluasi usulan dari DPR tersebut. Kita pahami dulu usulannya kita bahas terus mekanismenya seperti apa nanti kita lihat," ungkap Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu (9/6/2018).

Pengalihan subsidi dinilai positif bagi perusahaan lantaran akan meningkatkan efisiensi biaya dalam hal penyimpanan, tangki BBM, dan sebagainya. Di samping itu, penggunaan jenis BBM beroktan tinggi juga akan memperbaiki kualitas udara.

"Ada beberapa faktor lain dari sisi efisiensi. Me-manage dua produk itu lebih efisien (dibanding) dengan tiga produk. Ini sedang kita bahas," kata Arcandra.

Kendati secara prinsip memberikan lampu hijau, Arcandra mengatakan bahwa pemerintah tetap mengevaluasi terlebih dahulu tekait dampak kebijakan tersebut. Pemerintah tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, terutama mempertimbangkan sisi korporasi PT Pertamina (selaku) pelaksana mandat pemerintah.

Sebelumnya, pengajuan ide tersebut pun ditanggapi positif oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR. Jonan menilai apabila usulan itu direalisasikan akan berdampak positif pada lingkungan.

"Ini make sense, sebenarnya yang paling bisa didorong juga Kementerian Perindustrian supaya mesin mobil tidak bisa konsumsi BBM kualitas rendah," kata Jonan.

Sebagaimana diketahui, saat ini pemerintah hanya memberikan subsidi untuk BBM jenis solar, yakni Rp2.000/liter. Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan meroketnya harga minyak dunia serta dalam rangka menjaga kondisi daya beli masyarakat.

Di bagian lain, pemerintah memberikan penugasan kepada badan usaha untuk menyalurkan dan mendistribusikan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) melalui program BBM Satu Harga ke seluruh Indonesia. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan terbaru dengan menetapkan 2.090 lembaga penyalur premium di Jawa, Madura dan Bali.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukan BBM Subsidi, Pertamina...
Bukan BBM Subsidi, Pertamina Diminta Tak Ragu Katrol Harga Pertamax
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Mahasiswa Gelar Diskusi...
Mahasiswa Gelar Diskusi Soal Krisis Global dan Arah Kebijakan Negara
Pemerintah Bocorkan...
Pemerintah Bocorkan Soal Potensi Harga BBM Naik per 1 Juli Nanti
Utang Kompensasi BBM...
Utang Kompensasi BBM Dibayar Pemerintah, Pertamina Kantongi Rp132,44 Triliun
5 Kebutuhan Masyarakat...
5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Berita Terkini
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
12 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
51 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved