Wall Street Menyusut Terimbas Kekhawatiran Perdagangan

Jum'at, 20 Juli 2018 - 07:10 WIB
Wall Street Menyusut...
Wall Street Menyusut Terimbas Kekhawatiran Perdagangan
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street pada perdagangan, Kamis kemarin waktu setempat berakhir turun setelah laporan laba yang mengecewakan. Ditambah gejolak perdagangan yang terus meningkat seiring kekhawatiran bahwa Uni Eropa (UE) bisa membalas menerapkan tarif atas produk-produk impor dari AS.

Disebutkan pejabat dari Komisi Perdagangan Uni Eropa, yang dijadwalkan ke Washington pekan depan untuk pembicaraan perdagangan, diyakini sedang mempersiapkan daftar kebijakan balasan untuk menanggapi tarif tinggi AS yang diusulkan untuk mobil asal Uni Eropa.

Tarif impor mobil AS dan suku cadang mobil berpotensi meningkatkan harga kendaraan sebesar USD83 miliar per tahun. Kabar itu langsung berdampak pada saham Ford Motor Co (F.N) dan General Motors Co (GM.N) yang masing-masing lebih rendah 0,5% dan 1,4%.

Pada hari Rabu, laporan Beige Book Federal Reserve menunjukkan produsen di semua 12 distrik bank sentral AS khawatir tentang dampak dari sengketa perdagangan. "Jika ini berakhir dengan perang yang berlarut-larut, itu akan menjadi berita buruk," kata Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco.

Sementara itu di sisi lai, saham eBay (EBAY.O) anjlok 10,1% setelah laporan laba yang mengecewakan. Kondisi tersebut menjadi hambatan terbesar di Nasdaq dan indeks S & P 500. Saham American Express Co (AXP.N) juga merosot 2,7% usai perusahaan kartu kredit melaporkan kenaikan biaya karena pengeluaran naik pada program berhadiah.

Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 134,79 poin atau 0,53% menjadi 25.064,5 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan mencapai sebesar 11,13 poin setara 0,40% ke level 2.804,49. Selanjutnya komposit Nasdaq lebih rendah 29,15 poin atau 0,37% di posisi 7.825,30.

Saham Bank of New York Mellon (BK.N) jatuh 5,2% setelah mengatakan kehilangan dua klien akan terus membebani pendapatan, sementara Travelers Cos (TRV.N) berada di antara hambatan terbesar Dow Jones usai ambruk 3,7%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
9 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
11 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
58 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
Perdagangan RI-China...
Perdagangan RI-China Tak Lagi Menggunakan Dolar Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved