Ekspor Florikultura USD20 Juta, Asosiasi Minta Keringanan Fiskal

Sabtu, 21 Juli 2018 - 22:06 WIB
Ekspor Florikultura...
Ekspor Florikultura USD20 Juta, Asosiasi Minta Keringanan Fiskal
A A A
JAKARTA - Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) yang beranggotakan pelaku di industri bunga saat ini masih menantikan kebijakan pemerintah terutama keringanan fiskal agar budidaya bunga (florikultura) di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang.

"Mungkin pemerintah dapat meniru kebijakan pemerintah Thailand dan Vietnam untuk menumbuh kembangkan florikultura mulai subsidi di sektor pajak sampai kepada bantuan pupuk," kata Wakil Ketua Asbindo, Hesti Widayani di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Hesti mengakui salah satu hal yang memberatkan di sektor perpajakan adalah pengenaan PPN sebesar 10 persen untuk penjualan bunga. "Jadi ketidakkonsistenan di sini kalau bunga yang dijual eceran tidak kena PPN, tetapi kalau sudah dalam bentuk rangkaian atau beberapa tangkai dikenakan PPN sebesar 10 persen. Usulan kami diseragamkan saja jadi 1 persen," ujar dia.

Persoalan lain yang seharusnya menjadi perhatian agar sektor florikultura ini berkembang adalah dukungan penyediaan lahan melalui sewa serta ketersediaan air, bahkan aspek lingkungan. "Pernah petani kami di lereng Gunung Pangrango mengalami kerugian setelah lahan bunganya tersapu banjir akibat tidak adanya pengendalian lingkungan dari pemerintah daerah setempat," jelas Hesti.

Atik Setyawati, Kepala Bidang Organisasi Asbindo menambahkan, untuk menghadapi tantangan tersebut melakukan inovasi mulai dari hulu ke hilir. Melalui inovasi dan teknologi produk Florikultura dari hulu ke hilir, industri florikultura mampu mempercepat pertumbuhan pasar domestik maupun peluang ekspor, dapat membantu menekan biaya produksi dan lebih ekonomis bagi para petani florikultura.

Atiek yang juga Manager Export Import di PT East West Seed Indonesia (Ewindo) mengatakan, Ewindo menyediakan dan mendorong budidaya florikultura melalui benih karena lebih efisien dan memberikan hasil lebih besar kepada petani. "Kami menyadari pasar tanaman hias di Indonesia mulai mengalami kenaikan. Untuk itu kami siap memberikan dukungan dengan menyediakan teknologi dan benih unggul," ujarnya.

Anggota Asbindo, Damayani Sabini menambahkan, potensi florikultura berdasarkan pengalaman di Vietnam dan Thailand sangat besar terutama dalam memberikan kontribusi bagi devisa, data terakhir menunjukan nilai konsumsi Florikultura dunia mencapai sekitar USD150 Milliar dengan nilai ekspor asal Indonesia USD20 Juta.

Teresa M Ineke Turangan, Floral Designer Asbindo mengatakan, kreativitas menjadi salah satu tuntutan membuat produk-produk florikultura makin menarik dan berfungsi ganda, sebagai antipolutan tetapi juga menciptakan suasana asri, sekaligus meningkatkan pertumbuhan usaha Florikultura.

Dalam rangka mendukung acara Expo Urbanscape & Greenery 2018 dan mempromosikan produk Florikultura, Asbindo ikut berpartispasi dalam pameran dan mengadakan Seminar "Healthy life through Green Eco Environtment" pada Sabtu 21 Juli 2018, memberikan inspirasi dan ide kreatif hidup sehat dilingkungan hijau diruangan tertutup maupun untuk ruang terbuka, khususnya kepada kaum Urban yang tinggal di kota kota besar dengan lahan sempit.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terbaru, Ini Syarat...
Terbaru, Ini Syarat dan Tahapan Pengajuan Pembebasan Fiskal Impor Hibah dan Bantuan Bencana
Pemerintah Siapkan Insentif...
Pemerintah Siapkan Insentif Produk Berkelanjutan
Transisi Energi Perlu...
Transisi Energi Perlu Didukung Kebijakan Insentif Fiskal
Pembayaran Insentif...
Pembayaran Insentif Nakes Sudah Capai Rp2,6 Triliun
Ketum Kadin Mendorong...
Ketum Kadin Mendorong Insentif Fiskal Bagi Industri Otomotif
Mal Masih Berdarah-darah,...
Mal Masih Berdarah-darah, Pemerintah Siapkan Stimulus Pajak Ritel
Berita Terkini
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
14 menit yang lalu
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
24 menit yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
36 menit yang lalu
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
50 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
1 jam yang lalu
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
1 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved