Optimistis Produksi Industri Manufaktur Nasional Jelang Pemilu

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 15:34 WIB
Optimistis Produksi...
Optimistis Produksi Industri Manufaktur Nasional Jelang Pemilu
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meyakini pertumbuhan produksi industri manufaktur nasional akan lebih meningkat pada kuartal III atau semester II tahun 2018. Untuk itu, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif di dalam negeri agar perusahaan-perusahaan bisa lebih agresif dan ekspansif sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

“Sektor industri kita rata-rata masih tumbuh di atas lima persen, atau di atas perekonomian. Bahkan, pertumbuhannya ada yang lebih cepat seperti industri mesin dan perlengkapan serta industri makanan dan minuman,” ujar Menperin lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (4/8/2018).
(Baca Juga: Data BPS, Produksi Industri Manufaktur Menanjak di Triwulan II/2018 )
Airlangga menilai, momentum Lebaran dan Pilkada pada tahun ini berdampak positif terhadap naiknya permintaan domestik sehingga terjadi pula peningkatan produksi di sejumlah sektor manufaktur, seperti industri makanan dan minuman, industri tekstil dan produk tekstil, industri alas kaki, serta industri percetakan. "Apalagi tahun depan ada Pemilu, demand produknya akan lebih banyak lagi,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang menunjukkan peningkatan pada kuartal II/2018 sebesar 4,36 persen secara year-on-year (y-o-y) terhadap triwulan ll/2017. Kenaikan tersebut, terutama disebabkan naiknya produksi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki mencapai 27,73 persen.

Sektor lain yang juga mengalami pertumbuhan produksi pada kuartal kedua tahun ini, di antaranya industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 17,28 persen, industri minuman mencapai 15,41 persen, industri pakaian jadi tembus 14,63 persen, serta industri alat angkutan di angka 12,34 persen.

Menperin menyampaikan, pihaknya terus mendorong industri nasional agar memanfaatkan teknologi terkini untuk memaksimalkan produksi secara lebih efisien dengan hasil yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan penerapan revolusi industri generasi keempat atau industri 4.0.

“Di era digital, aktivitas manufatur tidak lagi sekadar melibatkan mesin dalam proses produksinya. Saat ini, beberapa pabrikan sudah melompat lebih jauh, yakni memadukan dengan internet of things (IoT) atau kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang menjadi ciri dari industri 4.0,” paparnya.

Sementara itu, hasil survei Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari Nikkei juga menunjukkan, indeks PMI pada Juli 2018 naik menjadi 50,5 dibanding Juni 2018 yang mencapai 50,3. Indeks PMI di atas 50 menunjukkan industri mampu ekspansi.

“Kenaikan PMI ini sangat positif, membuktikan bahwa industri manufaktur kita sedang bergeliat. Untuk itu, kami harus jaga dan terus dorong agar lebih produktif dan berdaya saing,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
Imbas Covid-19, Menperin...
Imbas Covid-19, Menperin Sebut Pertumbuhan Industri Hanya Berkisar 0,7%
Ekspor Naik 10%, Industri...
Ekspor Naik 10%, Industri Manufaktur Masih Kuat Hadapi Pandemi Covid-19
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
23 menit yang lalu
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
44 menit yang lalu
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
2 jam yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
3 jam yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
3 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved