Perang Dagang Lawan China, Trump Keluhkan Dukungan The Fed

Selasa, 21 Agustus 2018 - 19:24 WIB
Perang Dagang Lawan...
Perang Dagang Lawan China, Trump Keluhkan Dukungan The Fed
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluhkan kebijakan yang dilakukan Federal Reserve atau The Fed ketika menaikkan suku bunga acuan. Menurutnya Bank Sentral AS harus berbuat lebih banyak lagi untuk membantunya meningkat perekonomian.

Dilansir Reuters, Selasa (21/8/2018) hal itu disampaikan ketika konflik perdagangan AS dan China terus berlanjut. Bahkan Trump dalam sebuah wawancara menuduh China dan Eropa memanipulasi mata uang masing-masing.

Dalam beberapa dekade terakhir, Presiden Amerika jarang mengecam kebijakan Fed lantaran kemandiriannya dipandang penting bagi stabilitas ekonomi. Namun sepertinya Trump mulai meninggalkan kebiasaan masa lalu dan menerangkan bakal melayangkan kritik jika Fed terus menaikkan suku bunganya.

Presiden beralasan mengkhawatirkan investor ketika dia mengkritik bank sentral AS atas pengetatan kebijakan moneter. Pada awal pekan kemarin, Trump mengungkapkan Fed harus lebih akomodatif pada suku bunga. “Apakah saya senang dengan kenaikan suku bunganya, tidak. Saya tidak senang,” kata Trump, mengacu pada Powell.

Di sisi lain Trump merupakan sosok yang menominasikan Powell tahun lalu untuk menggantikan mantan Ketua Fed Janet Yellen. Imbas pernyataan Trump yang menyerang The Fed, bursa saham AS turun dan dolar AS (USD) menyusut terhadap sejumlah mata uang.

Menurut Trump dalam kritikannya kepada The Fed menerangkan, negara-negara lain mendapat manfaat dari kebijakan bank sentral di tengah negosiasi perdagangan yang sulit. Tambah dia, Amerika Serikat seakan tidak mendapatkan dukungan dari Fed.

“Kami bernegosiasi dengan sangat intens dan kuat dengan negara lain. Kami akan menang. Tetapi selama periode tersebut, saya harus diberi bantuan oleh The Fed. Negara-negara lain justru diakomodasi,” kata Trump.

The Fed sendiri sudah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini dan diharapkan dapat melakukannya lagi bulan depan dengan inflasi naik menjadi 2,9% pada Juli, atau menyentuh level tertinggi dalam enam tahun. Sementara angka pengangguran sebesar 3,9% atau terendah dalam sekitar 20 tahun.

Setelah meninggalkan kebijakan suku bunga terendah yang bersejarah selama sekitar enam tahun setelah krisis keuangan global 2008, Fed mulai perlahan menaikkan suku bunga lagi pada akhir 2015.

Juru bicara The Fed menolak mengomentari pernyataan Trump pada hari Senin, kemarin. Sedangkan Powell bulan lalu mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Fed memiliki "tradisi panjang" bebas dari masalah politik, dan tidak ada seorang pun di pemerintahan Trump yang mengatakan apa pun kepadanya yang memberinya kekhawatiran ke depannya.

"Kami akan melakukan tugas kami dengan cara yang sangat nonpolitik, tanpa mempertimbangkan masalah politik, dan melaksanakan mandat yang diberikan Kongres kepada kami," tegas Powell.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Trump Tepis Ancaman...
Trump Tepis Ancaman Resesi: Ekonomi AS dalam Masa Transisi di Tengah Perang Dagang
Sri Mulyani: Perang...
Sri Mulyani: Perang Dagang AS-China Bisa Berdampak ke Pemulihan Ekonomi
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
2 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
3 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
4 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved