Dolar AS Balik Trengginas Karena Data Ekonomi AS yang Optimis

Sabtu, 15 September 2018 - 06:25 WIB
Dolar AS Balik Trengginas...
Dolar AS Balik Trengginas Karena Data Ekonomi AS yang Optimis
A A A
NEW YORK - Dolar Amerika Serikat berbalik menguat terhadap enam mata uang utama dunia, setelah berada di level terendah belakangan ini. Kembali trengginasnya dolar berkat data ekonomi Amerika yang optimis dan imbal hasil obligasi yang mencapai 3%, level tertinggi sejak 2 Agustus.

Melansir dari Reuters, Sabtu (15/9/2018), kedua hasil tersebut menghidupkan kembali selera investor terhadap greenback--julukan dolar AS.

Sepekan terakhir, mata uang cadangan utama dunia ini berada di jalur kerugian karena meredanya ketegangan perdagangan AS dengan China. Juga persyaratan yang harmonis antara Inggris dan Uni Eropa terkait Brexit, sehingga mengurangi permintaan dolar AS sebagai safe haven aset.

Departemen Perdagangan AS mengumumkan bahwa penjualan ritel domestik naik 0,1% pada Agustus kemarin. Menunjukkan belanja konsumen yang solid untuk kuartal III-2018. Belanja konsumen sendiri berkontribusi sebesar 2/3 dari pertumbuhan ekonomi Amerika.

Selain itu, produksi industri AS meningkat 0,4% pada Agustus lalu. Imbal hasil obligasi 10 tahun menyentuh level 3%, untuk pertama kalinya sejak enam pekan. "Data ekonomi yang solid ini mendukung dolar," kata Brian Daingerfield, ahli strategi makroekonomi di NatWest Securities di Stamford, Connecticut.

Sehingga indeks USD terhadap enam mata uang utama naik 0,3% menjadi 94,81. Euro pun turun 0,5% menjadi USD1,1632. Poundsterling Inggris melemah 0,4% menjadi USD1,3067. Yuan China kembali tertekan setelah Presiden AS Donald Trump tetap melanjutkan tamparan tarif untuk produk China senilai USD200 miliar. Yuan turun 0,4%% ke level 6,876 per USD.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Dedolarisasi Menggema,...
Dedolarisasi Menggema, Emas dan Beberapa Mata Uang Non-dolar Bersinar
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Dolar AS Jatuh ke Level...
Dolar AS Jatuh ke Level Terendah sejak 2022 Seiring Suramnya Prospek Ekonomi
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Kilas Balik Sejarah...
Kilas Balik Sejarah Dolar AS Menjadi Mata Uang Internasional
Berita Terkini
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
18 menit yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
1 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved