Perang Dagang AS-China Bisa Jadi Peluang Bagi RI

Selasa, 18 September 2018 - 11:33 WIB
Perang Dagang AS-China...
Perang Dagang AS-China Bisa Jadi Peluang Bagi RI
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa perang dagang (trade war) yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan China bisa memberikan dampak positif terhadap Indonesia. Perang dagang dua negara tersebut bisa menjadi peluang untuk Indonesia meningkatkan ekspor ke AS ataupun China.
(Baca Juga: Perang Dagang Memanas, AS Terapkan Bea Impor China Rp3.000 Triliun )
Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih mengatakan, beberapa produk yang dapat ditingkatkan ekspornya adalah produk perikanan, minyak sawit (crude palm oil/CPO), hingga buah-buahan. Pasalnya, produk-produk tersebut adalah produk yang sebelumnya dipasok baik dari AS ke China maupun dari China ke AS.

"Kita harus siap mengambil peluang meningkatkan penetrasi ekspor di kedua negara tersebut. Setelah identifikasi dengan beberapa kementerian dan lembaga yang berpotensi ditingkatkan ekspornya itu perikanan, CPO dan produk turunannya dan buah-buahan," katanya dalam acara Workshop Perang Dagang AS dengan RRT di Gedung Kemendag, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Selanjutnya untuk palm oil, terang dia dengan terhambatnya ekspor dari AS ke China, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor biodiesel ke China. Produk tekstil juga berpeluang terutama ke AS. Kendati demikian, Karyanto memberikan catatan bahwa penetrasi ekspor di kedua negara tersebut perlu didahului dengan meningkatkan standar dan mutu yang dibutuhkan oleh AS dan China.

"Kami dari pemerintah siap memberikan fasilitas apa saja yang dibutuhkan oleh dunia usaha untuk memanfaatkan peluang perang dagang AS-China," imbuh dia.

Terlepas dari hal tersebut, dia juga meminta Indonesia untuk mewaspadai potensi turunnya permintaan produk Indonesia dari kedua negara akibat trade war tersebut. Salah satunya adalah produk karet yang banyak diekspor ke China ataupun AS. "Kita harus bergerak cepat untuk produk tertentu yang mengalami penurunan, dan harus aktif meningkatkan ke pasar negara lain," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Wamendag Jerry: Merdeka...
Wamendag Jerry: Merdeka dalam Perdagangan Itu Mutlak
GSP Diperpanjang, Wamendag...
GSP Diperpanjang, Wamendag Makin Optimis dengan Perdagangan RI-AS
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Indonesia dan Iran Sepakat...
Indonesia dan Iran Sepakat Perkuat Perdagangan
Berita Terkini
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
31 menit yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
48 menit yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliar
50 menit yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
1 jam yang lalu
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
2 jam yang lalu
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved