Wall Street Melonjak Karena Balasan China Tidak Seburuk yang Dikhawatirkan

Rabu, 19 September 2018 - 07:19 WIB
Wall Street Melonjak...
Wall Street Melonjak Karena Balasan China Tidak Seburuk yang Dikhawatirkan
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat ditutup melonjak pada Selasa waktu setempat, saat China mengumumkan aksi balasan perang tarif dengan menargetkan lebih 5.000 produk AS senilai USD60 miliar. Negeri Tirai Bambu akan menaikkan tarif produk Amerika sebesar 10%, berlaku mulai 24 September mendatang.

Presiden AS Donald Trump langsung membalas di media sosialnya, bahwa akan ada "pembalasan ekonomi segera terhadap China" bila produk pertanian, peternakan dan industri negaranya menjadi target.

Trump menyebut China telah mengambil keuntungan dari AS dalam perdagangan selama bertahun-tahun. Dan China tahu hanya Trump yang bisa menghentikan (langkah China).

"China secara terbuka menyatakan akan mencoba mempengaruhi Amerika dengan menyerang petani, peternak dan pekerja industri AS karena kesetiaan mereka kepada saya. Tetapi China tidak paham bahwa orang-orang ini adalah patriot yang hebat dan sepenuhnya paham akan itu…(proteksionisme)".

Balasan tarif dari China dinilai tidak seburuk yang dikhawatirkan. Pasalnya, kinerja industri dan teknologi Amerika sedang kuat sehingga mendorong saham-saham mereka dan berhasil mengangkat Wall Street.

Mengutip dari CNBC, Rabu (19/8/2018), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 188,84 poin menjadi 26.246,96 berkat keunggulan saham Nike dan Boeing. Ini merupakan kemenangan beruntun lima hari bagi Dow Jones.

Indeks S&P 500 bertambah 0,5% menjadi 2.904.31, dipimpin oleh ciamiknya saham konsumen dan industri. Nasdaq naik 0,8% menjadi 7.956,11 karena saham Netflix, Amazon, Apple dan Alphabet (induk Google) ditutup lebih tinggi.

"Pasar berpikir ini (balasan China) bukan skenario buruk karena kinerja industri dan teknologi yang kuat. Itu sebabnya pasar saham menguat hari ini," kata Daniel Deming, managing director di KKM Financial.

Selain itu, Deming menambahkan Wall Street menguat merespons keuntungan di pasar Asia yang mengangkat sentiment investor. "Kami melihat pasar Asia memiliki kemampuan untuk reli. Dan sebagian besar pasar saham di seluruh dunia mendapatkan isyarat dari mereka," sambungnya. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 1,4% pada perdagangan Selasa petang kemarin.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan perang tarif terbaru dari negaranya bertujuan untuk mengubah perilaku perdagangan China, dimana perusahaan-perusahaan AS kerap mendapat perlakuan "tidak adil" ketika beroperasi di China.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Tengah Kekhwatiran...
Di Tengah Kekhwatiran Pandemi dan Perang Dagang, Wall Street Cetak Rekor
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Berita Terkini
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
1 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
2 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
2 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
5 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
15 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved