Sri Mulyani: Banyak Pemda Dapat Opini WTP, Tapi Korupsi Tetap Jalan

Kamis, 20 September 2018 - 13:28 WIB
Sri Mulyani: Banyak...
Sri Mulyani: Banyak Pemda Dapat Opini WTP, Tapi Korupsi Tetap Jalan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa jumlah pemerintah daerah yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kinerja keuangannya semakin meningkat. Namun, jumlah kepala daerah yang terlibat kasus korupsi dan menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga tidak kalah banyaknya.

Pada tahun 2017, jumlah institusi yang mendapatkan opini WTP dari BPK sebanyak 491 institusi. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 34% dari 2015 yang hanya sebesar 367 institusi. Dari jumlah tersebut, yang lima tahun berturut-turut mendapatkan opini WTP adalah sebanyak 8 institusi.

"Banyak yang mendapatkan WTP, tapi korupsi juga jalan. Januari sampai Juli 2018 ada 19 kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Tadi yang menerima WTP lima tahun berturut-turut hanya 8 provinsi, yang ditangkap lebih dari dua kali lipat. Moga-moga nggak bertambah sampai Desember," katanya dalam acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2018 di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Menurutnya, banyak kementerian dan lembaga (K/L) yang berlomba mendapatkan opini WTP dan menganggap hal tersebut adalah pencapaian akhir. Padahal, opini WTP merupakan langkah awal untuk menggunakan keuangan negara dengan sebaik-baiknya."Kalau kita punya WTP kita makin bisa menggunaakan keuangan negara dan daerah untuk diteliti apa betul-betul memperbaiki indikator pembangunan secara nyata," imbuh dia.

Mantan Menko bidang Perekonomian ini menuturkan, opini WTP seharusnya bisa menjadi batu pijakan untuk meningkatkan dan memperbaiki tata kelola keuangna pemerintah. Termasuk mengurangi praktek korupsi.

"Ini PR yang harus terus kita perbaiki. Saya meminta jajaran Kemenkeu untuk ikut membantu agar tegaknya tata kelola yang baik dan bersih dari praktek korupsi bisa terus ditingkatkan di seluruh KL," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Audit, Akuntabilitas...
Audit, Akuntabilitas dan Pengelolaan Keuangan Negara
Laporan Keuangan Pemerintah...
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2019 Kembali Peroleh Opini WTP
Kemhan, Kemenkeu dan...
Kemhan, Kemenkeu dan BPK Gelar Pertemuan Tripartit Pekan Depan
Polemik Pembayaran DBH...
Polemik Pembayaran DBH DKI Oleh Kemenkeu Tidak Terkait Pemeriksaan BPK
Kemenkeu Tidak Ingin...
Kemenkeu Tidak Ingin Berpolemik dengan BPK Terkait Dana Bagi Hasil
BPK Soroti Pengelolaan...
BPK Soroti Pengelolaan PNBP SDA yang Belum Memadai
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Transaksi Rp349 T, Sri...
Transaksi Rp349 T, Sri Mulyani Tegaskan: Tak Ada Perbedaan Data
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved