Rupee India Tenggelam ke Rekor Terendah

Rabu, 03 Oktober 2018 - 19:14 WIB
Rupee India Tenggelam...
Rupee India Tenggelam ke Rekor Terendah
A A A
NEW DELHI - Mata uang India, rupee terjun bebas ke rekor terendah. Rupee India pada perdagangan di pasar spot, Rabu (3/10/2018) ditutup turun 0,59% ke level 73,34 per dolar Amerika Serikat (USD), dibanding kemarin di level 72,91 per USD.

Melansir dari CNBC, mata uang India dalam dua bulan terakhir tenggelam hingga melewati angka 73 rupee melawan greenback. Nilai tukar rupee pun telah menurun 14% sejak awal 2018, membuatnya menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia, selain rupiah Indonesia dan peso Filipina.

Depresiasi mata uang India terkait dengan kenaikan harga minyak mentah, dimana India merupakan salah satu importir minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak telah membuat defisit neraca berjalan yang semakin melebar. Selain itu, gejolak ekonomi di negara berkembang seperti Turki dan Argentina juga membebani sentimen investor.

Tenggelamnya rupee membuat para analis mengharapkan agar India, negara ekonomi terbesar ketiga di Asia, segera menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan Reserve Bank of India (bank sentral India) pada pertemuan pekan ini. Juga melakukan peningkatan suku bunga lagi di akhir tahun dan tahun depan.

"Kenaikan suku bunga ini diharapkan dapat mendukung rupee untuk menghindari kerugian lebih lanjut kedepannya,” ujar Prakash Sakpal, vice president of research di bank asal Belanda, ING.

Sakpal menambahkan RBI harus melakukan lebih banyak kenaikan suku bunga untuk mengimbangi tiga kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pada tahun ini.

Soal kenaikan suku bunga yang lebih agresif juga disampaikan Shashank Mendiratta, ekonom ANZ Bank yang beroperasi di Asia Selatan. Ia mengatakan kenaikan suku bunga tunggal tidak akan cukup. "Butuh serangkaian kenaikan suku bunga seperti yang telah terjadi di Indonesia," katanya.

Namun kenaikan suku bunga yang agresif akan berbenturan dengan target inflasi dan menciptakan stres di sektor keuangan. Bank sentral India memasang target inflasi di bawah 4%.

Sakpal dari ING memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Sakpal memperkirakan pertumbuhan ekonomi India akan tumbuh moderat dari sekarang hingga 2019.

Pemerintah India menargetkan pertumbuhan PDB 7,4% pada tahun ini dan 7,8% di tahun depan, tulis Forbes di April silam. Untuk itu, bank sentral disarankan harus mencapai keseimbangan dalam kebijakan moneter, agar bisa mencegah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Walau Masuk BRICS, Ini...
Walau Masuk BRICS, Ini Alasan India Enggan Campakkan Dolar AS
BRICS Terpecah Soal...
BRICS Terpecah Soal Dedolarisasi, India Bongkar Fakta Mengejutkan
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Tolak Buang Dolar AS,...
Tolak Buang Dolar AS, Apakah India Bakal Meninggalkan BRICS?
India Pilih Rangkul...
India Pilih Rangkul Dolar Daripada Mata Uang BRICS, Ini Alasannya
Dolar AS Kehilangan...
Dolar AS Kehilangan Mahkota, Jatuh ke Titik Terendah dalam 3 Tahun
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved