IHSG Ditutup Memerah Saat Bursa China Anjlok 2%

Senin, 29 Oktober 2018 - 16:31 WIB
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah Saat Bursa China Anjlok 2%
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Senin (29/10/2018) berakhir memerah untuk mengiringi bursa China yang awal pekan ini anjlok hingga 2%. Hingga sesi sore, IHSG ditutup turun 30,31 poin atau 0,52% ke posisi 5.754,60.

Pada perdagangan sesi I siang tadi, jatuh ke level 5.770,33 usai kehilangan 14,59 poin yang setara dengan 0,25%. Sedangkan pada awal perdagangan sesi pertama cenderung naik yang tercatat di posisi 5.805,32 atau lebih tinggi 20,400 poin (0,353%) dari penutupan Jumat (26/10) sebesar 5.784,92 poin.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,08 triliun dengan 7,22 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp131,72 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,47 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,60 triliun. Tercatat sebesar 160 saham menguat, 263 melemah dan 116 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) bertambah Rp130 menjadi Rp700, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) naik Rp100 ke posisi Rp5.100 serta PT Astra International Tbk. (ASII) meningkat Rp75 menjadi Rp7.500.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) turun Rp130 menjadi Rp4.410, PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) menyusut Rp80 menjadi Rp2.510 dan PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) berkurang Rp80 ke level Rp1.380.

Dilansir CNBC, pasar saham Asia berakhir mixed atau bervariasi pada perdagangan Senin, ketika indeks utama China anjlok lebih dari 2% hingga akhir sesi. Terpantau komposit Shanghai tergelincir 2,18% atau 56,74 poin ke level 2.542,10 untuk mengikuti kejatuhan komposit Shenzhen mencapai 2,02% pada posisi 1.264,58.

Selanjutnya indeks Hang Seng di Hong Kong menghapus kerugian dari sesi awal perdagangan, atau sedikit lebih tinggi pada perdagangan sore hari. Indeks Hang Seng hingga sesi sore perdagangan awal pekan, tercatat meningkat ke level 24.812,04 usai mendapatkan tambahan 94,41 poin atau 0.38%.

Bank terbesar di Eropa HSBC melaporkan laba kuartal ketiga pada hari Senin, dengan laba sebelum pajak melonjak 28% dari tahun lalu menjadi USD5,922 miliar. Sedankan pendapatan untuk kuartal Juli hingga September yakni USD13,798 miliar atau 6,32 % lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

Saham HSBC yang terdaftar di Hong Kong diperdagangkan meningkat 4,88% pada sore hari, setelah melompat 5% di sesi siang, tadi. Sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 tergelincir 0,16% hingga akhirnya ditutup pada 21.149,8 sementara indeks Topix turun 0,4% menjadi 1.589,56.

Indeks Kospi di Korea Selatan turun 1,53% menjadi 1.996,05, saat saham kelas berat seperti Samsung Electronics justru semakin bertambah 0,98% sementara SK Hynix lebih rendah sebesar 0,3%. Di Australia, patokan ASX 200 naik 1,11% ke posisi 5.728,2 dengan semua sektor mencetak keuntungan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
Masih Betah Konsolidasi...
Masih Betah Konsolidasi Wajar, Gerak IHSG Diprediksi Terbatas
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
1 jam yang lalu
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
2 jam yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
3 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved