IHSG Berakhir Jaga Tren Positif, Bursa Hong Kong Jatuh Sendirian

Selasa, 30 Oktober 2018 - 16:36 WIB
IHSG Berakhir Jaga Tren...
IHSG Berakhir Jaga Tren Positif, Bursa Hong Kong Jatuh Sendirian
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Selasa (30/10/2018) menjaga tren positif usai menguat tipis hingga penutupan. Tercatat di sesi akhir, IHSG ditutup pada level 5.789,10 dengan tambahan sebesar 34,49 poin atau yang setara 0,60%.

IHSG pada perdagangan sesi I meningkat tipis 28,21 poin atau 0,49% menjadi 5.782,81 setelah pada pembukaan pagi tadi naik ke level 5.770,35 dengan tambahan 15,740 poin setara 0,273%. Sedangkan, bursa sahan dalam negeri kemarin berakhir memerah usai kehilangan 30,31 poin atau 0,52% ke posisi 5.754,60.

Sektor saham dalam negeri hampir semuanya terapresiasi dengan sektor aneka industri mencetak penguatan tertinggi sebesar 1,97%. Sementara, sektor yang melemah cukup dalam di antaranya pertambangan dan perkebunan yang sama-sama kehilangan 0,85%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,39 triliun dengan 11,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp597,89 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,95 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,55 triliun. Tercatat sebesar 172 saham menguat, 229 melemah dan 146 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp200 menjadi Rp7.700, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) bertambah Rp140 ke level Rp840 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) meningkat Rp100 menjadi Rp7.175.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp225 menjadi Rp14.100, PT Propertindo Mulia Investama Tbk (MPRO) jatuh Rp190 di posisi Rp570 serta PT Pelat Timah Nusantara (NIKL) lebih rendah Rp150 menjadi Rp3.500.

Di sisi lain bursa saham Asia menjaga tren perbaikan untuk tetap berada dalam zona hijau, pada perdagangan Selasa ketika indeks China mencetak rebound menyusul komentar suportif dari regulator. Komposit Shanghai mendaki 1,02% untuk kemudian ditutup ke posisi 2.568,05 sedangkan komposit Shenzhen naik 0,939% menjadi 1.276,45 setelah mencatatkan kinerja negatif di awal sesi.

Pergerakan saham daratan China mencuat, usai regulator sekuritas negara itu mengatakan akan meningkatkan likuiditas pasar dan memandu lebih banyak modal jangka panjang ke pasar. Komisi Regulasi Sekuritas China juga mengatakan akan mendorong pembelian kembali saham dan merger serta akuisisi oleh perusahaan yang terdaftar, ditambah bakal mengurangi gangguan yang tidak perlu dalam perdagangan, dan menciptakan arena bermain bagi investor.

Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong tergelincir sendirian usai kehilangan 0,71% dalam perdagangan sore ke level 24.585,53. Terlepas dari kegelisahan tentang perang dagang, sebagian besar pasar utama Asia tampak positif pada sesi akhir hari Selasa. Terpantau indeks Nikkei Jepang melesat 1,45% untuk menuju level 21.457,29 mengikuti lonjakan Topix mencapai 1,38% ke level 1.611,46.

Performa apik indeks Jepang mengikuti berita positif ekonomi Jepang ke depannya. Dimana data pemerintah memperlihatkan, bahwa tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman turun menjadi 2,3% pada September dari 2,4% di Agustus. Namun, data ekonomi domestik hanya memiliki dampak marjinal pada pasar saham Jepang karena begitu banyak perusahaan memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari kegiatan luar negeri.

Bursa patokan Australia ASX 200 juga pulih untuk ditutup 1,34% lebih tinggi pada posisi 5.805,1 ditopang sebagian besar sektor yang mencetak keuntungan. Saham energi naik 0,83% dan material melompat 1,22%. Subindex keuangan menjadi pendorong terbesar setelah meningkat sebesar 1,66% karena saham bank-bank Australia yang disebut Big Four naik. Selanjutnya indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,93% menjadi 2.014,69 menyusul otoritas keuangan negara yang menyerukan langkah-langkah untuk menstabilkan pasar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
Masih Betah Konsolidasi...
Masih Betah Konsolidasi Wajar, Gerak IHSG Diprediksi Terbatas
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
1 jam yang lalu
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
2 jam yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
3 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved