Industri Pengolahan Beri Kontribusi Besar Bagi Ekonomi

Rabu, 07 November 2018 - 22:07 WIB
Industri Pengolahan...
Industri Pengolahan Beri Kontribusi Besar Bagi Ekonomi
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menerangkan, Industri pengolahan masih konsisten memberikan kontribusi besar dalam struktur produk domestik bruto (PDB) dengan porsi mencapai 19,66% pada triwulan III tahun 2018. Untuk itu, pemerintah memberikan prioritas terhadap pengembangan sektor industri agar terus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dalam upaya meningkatkan kinerja industri manufaktur, pemerintah telah mengeluarkan beberapa paket kebijakan ekonomi dan kemudahan perizinan usaha agar dapat menciptakan iklim bisnis di Tanah Air yang semakin kondusif,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Menurut Menperin, pemerintah juga sudah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang sekaligus dijadikan sebagai agenda nasional dan strategi Indonesia untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. “Artinya, Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur nasional yang berdaya saing global,” katanya.

Adapun 10 program prioritas di dalamMaking Indonesia 4.0 yang perlu dijalankan, yaitu perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, mengakomodasi standar keberlanjutan, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital, menarik investasi, meningkatkan kualitas SDM, pembentukan ekosistem inovasi, pemberian insentif investasi teknologi,serta harmonisasi aturan dan kebijakan.

“Melalui peta jalan tersebut, Indonesia ditargetkan menjadi bagian 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030,” jelasnya.

Target itu bisa tercapai karena didorong dari peningkatan kembali nett ekspor 10 persen kepada PDB, peningkatan produktivitas hingga dua kali lipat, dan terciptanya 10 juta lapangan kerja barupada tahun 2030.

Di dalam Making Indonesia 4.0, lima sektor manufaktur dipilih untuk menjadi pionir dalam implementasi industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronika. Beberapa sektor yang tengah mendapat prioritas pengembangan tersebut, menunjukkan kinerja yang cukup gemilang pada triwulan III-2018.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kuartal ketiga tahun ini, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,10%, industri tekstil dan pakaian 10,17%, serta industri alat angkutan 5,37% . Kinerja ketiga sektor ini mampu melampaui pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,15%.

Sektor lain yang juga tumbuh positif di atas PDB, di antaranya industri karet, barang dari karet dan plastik tumbuh sebesar 12,34%, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 8,83%, industri logam dasar 8,11%, serta industri barang logam bukan mesin dan peralatannya 6,46%. Dari capaian-capaian tersebut, industri pengolahan nonmigas tumbuh di angka 5,01%.

Sebelumnya, BPS juga merilis, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan III tahun 2018 mengalami lonjakan hingga 5,04% (y-on-y) terhadap triwulan III-2017. Peningkatan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri pakaian jadi yang mencapai 23,13 persen.

Di samping itu, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di triwulan III-2018, juga naik 4,13% (q-to-q) terhadap triwulan II-2018. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer sebesar 15,11%.

Sedangkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2018 naik sebesar 3,88% (y-on-y) terhadap triwulan III-2017. Peningkatan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri logam dasar, yang mencapai 18,64%. Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi tertinggi adalah industri pengolahan tembakau, hingga 32,36%.

Dalam laporan Nikkei dan IHS Markit, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2018 sebesar 50,5 atau masih tergolong dalam tingkat ekspansif. Bahkan, Indonesia berhasil menduduki peringkat ketiga teratas di ASEAN. Posisi Indonesia lebih baik dari Malaysia (49,2), Thailand (48,9), Myanmar (48,0) dan Singapura (43,3).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
Imbas Covid-19, Menperin...
Imbas Covid-19, Menperin Sebut Pertumbuhan Industri Hanya Berkisar 0,7%
Ekspor Naik 10%, Industri...
Ekspor Naik 10%, Industri Manufaktur Masih Kuat Hadapi Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
10 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
34 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
41 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
1 jam yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved