Indonesia Eximbank Dukung Pembiayaan Ekspor Industri Pertahanan

Jum'at, 09 November 2018 - 14:39 WIB
Indonesia Eximbank Dukung...
Indonesia Eximbank Dukung Pembiayaan Ekspor Industri Pertahanan
A A A
JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank ikut mendukung acara pameran internasional bidang teknologi industri pertahanan tiga matra, Indo Defence 2018 Expo & Forum, pada 7 hingga 10 November 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertahanan RI, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Keuangan RI dan juga lembaga-lembaga pemerintahan yang terkait.

Tema yang diusung untuk pameran kali yakni “Building Global Defence Partnerships to Secure the Future” dan dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Jusuf Kalla. Pameran tahun ini diikuti oleh 867 peserta pameran dari 59 negara. Puluhan negara sahabat mengirimkan Official Delegation untuk menyaksikan pameran internasional ini, antara lain Malaysia, Australia, Yunani, Jepang, Fiji, Belarus, Arab Saudi, Slovakia, dan Uni Emirat Arab.

Dalam sambutannya di pembukaan Indo Defence 2018, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pameran ini merupakan bagian dari pemenuhan visi misi Nawacita Presiden Joko Widodo. Tahun ini merupakan pameran ke-8 setelah pertama kali dilaksanakan pada 2004. “Selain untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan dan menjalin kerja sama dengan negara lain, pameran ini tentunya sejalan dengan Nawacita Presiden RI," ungkap Ryamizard.

Menurutnya, kemandirian industri pertahanan yang hendak dicapai Indonesia adalah mengarah menjadi produsen, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Kemandirian itu dimulai dari diperkenalkannya medium tank buah tangan kerja sama Indonesia dengan Turki yang menargetkan penjualan hingga 20.000 konsumen.

Tentunya terang dia dibutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, industri serta lembaga pembiayaan untuk mengembangkan BUMN. Pemerintah memastikan adanya kebijakan dan insentif yang memadai. Bidang industri harus mendorong diri mereka sendiri untuk mengembangkan teknologi industri saat berproduksi, di mana hal ini dapat dilakukan dengan berkolaborasi perusahaan lain, sedangkan lembaga pembiayaan memberikan fasilitas pembiayaan kepada BUMN ataupun swasta.

Pada kegiatan ini, Direktur Pelaksana V LPEI Bonifacius Prasetyo juga menjadi narasumber pada diskusi panel sesi 3 yang membahas tentang Financial Scheme in Supporting International Defence Acquisition. Bonifacius mengatakan, pameran ini menjadi kesempatan bagus bagi LPEI guna mensosialisasikan fasilitas-fasilitas yang dapat diberikan oleh LPEI kepada perusahaan bidang teknologi industri pertahanan.

LPEI turut mendukung pengembangan ekspor produk alutsista nasional khususnya pada sektor penunjang melalui pemberian fasilitas ekspor kepada sejumlah BUMN, di antaranya PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan PT PAL Indonesia (Persero). Produk ekspor meliputi pesawat terbang dan kapal angkut yang diekspor antara lain ke Senegal dan Nepal.

LPEI menawarkan sejumlah skema pembiayaan sehingga acara ini akan menjadi wahana one stop solution bagi potential buyer. Salah satunya dengan skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interest Account (NIA), hal itu berdasarkan dasar hukum pendirian Indonesia Eximbank (UU Nomor 2/2009). Dalam hal ini, LPEI dapat melaksanakan penugasan khusus dari pemerintah untuk mendukung program ekspor nasional atas biaya Pemerintah, melalui KMK No.787/KMK.08/2017.

Penugasan khusus yaitu penugasan yang diberikan pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional.

Dalam acara yang sama, Subdirektorat Mitigasi Risiko Lembaga Keuangan dan Instrumen Mitigasi Risiko Kementerian Keuangan Fajar Hasri Ramadhana menjelaskan NIA ini membuktikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan mendukung keberadaan industri pertahanan demi untuk meningkatkan kekuatan ketahanan Indonesia.

Pameran kali ini diharapkan bisa mengeksplorasi potensi pasar baru bagi produk industri pertahanan nasional guna meningkatkan devisa negara dari kegiatan ekspor. Produk industri pertahanan Indonesia bisa lebih kompetitif di pasar jika didukung oleh fasilitas pembiayaan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Ekspor, Ini...
Dongkrak Ekspor, Ini Tugas Berat Indonesia Eximbank
Bank Penyokong Ekspor...
Bank Penyokong Ekspor Se-Asia Satu Suara Soal Pentingnya Ekonomi Berkelanjutan
BCA Suntik Exim Bank...
BCA Suntik Exim Bank Rp3 Triliun untuk Genjot Ekspor
Kinerja Eximbank Memburuk,...
Kinerja Eximbank Memburuk, Total Aset Menyusut Jadi Rp92,1 T per Desember 2020
Eksportir Sebut Eximbank...
Eksportir Sebut Eximbank Jadi Kaku karena Pengawasan OJK
Cetak Eksportir, Eximbank...
Cetak Eksportir, Eximbank Indonesia Gelar Pelatihan dan Pendampingan
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
5 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
5 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
6 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
6 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved