Pembicaraan Brexit Pukul Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.786

Rabu, 14 November 2018 - 16:59 WIB
Pembicaraan Brexit Pukul...
Pembicaraan Brexit Pukul Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.786
A A A
JAKARTA - Nilai dolar Amerika Serikat (USD) yang mahal belakangan ini, bahkan menembus level tertinggi 16 bulan pada Senin lalu, memicu aksi profit taking. Investor pun menjual USD dan membeli euro dan poundsterling Inggris seiring rancangan perjanjian kesepakatan Brexit pada Rabu ini.

Faktor eksternal tersebut memberi angin bagi nilai tukar rupiah di pasar spot. Rupiah pada perdagangan Rabu (14/11/2018) di indeks Bloomberg, ditutup menguat 18 poin atau 0,12% ke level Rp14.786 per USD, berbanding kemarin di Rp14.805,. Rabu ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.739-Rp14.787 per USD.

Menguatnya rupiah juga tercatat di Yahoo Finance pada Rabu petang ini. Mata uang NKRI terapresiasi 20 poin alias 0,14% ke level Rp14.785 per USD, melawan penutupan kemarin di Rp14.805. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.649-Rp14.800 per USD.

Dolar AS pada hari ini terpukul oleh rancangan pembicaraan Brexit. Melansir dari Reuters, indeks USD melawan enam mata uang utama jatuh 0,26% menjadi 97,05. Hal ini membuat poundsterling Inggris untung 0,3% menjadi USD1,3009 dan euro naik 0,1% ke posisi USD1,1301.

Managing Director Strategi Mata Uang di BK Asset Management, Kathy Lien, mengatakan dolar AS turun karena aksi jual investor seiring potensialnya kesepakatan Brexit. "Rancangan perjanjian Brexit membuat investor mengambil untung dengan menjual dolar AS (profit taking) dengan membeli euro dan poundsterling".

Namun, Kathy mengingatkan untuk jangan terlena dengan kemunduran dolar AS pada hari ini. Karena kenaikan beberapa mata uang lebih pada faktor lokal bukan pergeseran selera terhadap dolar AS atau fundamental ekonomi negara tersebut. Dan dolar AS masih akan menguat di akhir tahun seiring fundamental ekonomi AS yang kokoh, rencana kenaikan suku bunga dan statusnya sebagai safe haven.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi...
Dekati Rp16.000, Dedolarisasi Jadi Satu Cara Jaga Mata Uang Garuda
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rupiah Tak Bertenaga,...
Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS
Inflasi Tak Jauh dari...
Inflasi Tak Jauh dari Ekspektasi, Mata Uang Garuda Menguat
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
1 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
1 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
1 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
1 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
1 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved