Wall Street Tumbang Terseret Kejatuhan Saham Apple dan Teknologi

Selasa, 20 November 2018 - 08:29 WIB
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Terseret Kejatuhan Saham Apple dan Teknologi
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street tumbang pada perdagangan awal pekan waktu setempat ketika Nasdaq jatuh mencapai 3% di tengah aksi jual saham Apple oleh para investor. Lebih lanjut saham teknologi juga terkapar seiring berkurangnya kepercayaan sehingga mendorong pasar.

Sinyal negatif atas perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) versus China membuat para pelaku pasar bertindak cenderung hati-hati. Saham dari Apple Inc jatuh setelah Wall Street Journal melaporkan perusahaan telah memerintahkan pengurangan produksi dalam beberapa pekan terakhir untuk semua tiga iPhone model baru yang diluncurkan pada bulan September.

Saham produsen iPhone terpantau turun 4,0% menjadi USD185,86 dan sekarang jatuh 19,9% dari rekor penutupan pada 3 Oktober, lalu setelah penjualan kuartalan yang mengecewakan. Indeks teknologi S & P 500 turun sebesar 3,8% menyebabkan kerugian beberapa sektor. Saham pemimpin pasar lainnya termasuk 'FANG' juga jatuh cukup tajam. Saham Facebook tercatat lebih rendah 5,7% diikuti penyusutan saham Amazon.com usai kehilangan sebesar 5,1%.

Selanjutnya tren pelemahan juga terlihat pada Netflix dengan kajatuhan 5,5% dan Google ambruk 3,8%. Karena outperformance FANG menjalankan posisi puncak pada 30 Agustus, kelompok ini mencetak underperformed dengan S & P 500 turun 16,25%.

Performa underperformance ini menjadi yang terburuk sejak semester pertama tahun 2014, ketika mereka underperformed sekitar 20%. S & P utilitas dan sektor real estat adalah dua sektor yang berakhir di wilayah positif untuk mengawali perdagangan pertengahan bulan November.

Dow Jones Industrial Average terpantau jatuh 395,78 poin yang setara dengan 1,56% menjadi 25.017,44 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 45,54 poin atau 1,66% hingga terparkir di level 2,690.73. Selanjutnya komposit Nasdaq turun 219,40 poin atau 3,03% di posisi 7.028,48.

Pernyataan Presiden New York Federal Reserve John Williams pada hari Senin bahwa bank sentral AS mendorong rencana kenaikan suku bunga secara bertahap bulan depan sebagai ketidakpastian terhadap sikap kebijakan yang lebih normal yang mungkin telah menambahkan tekanan untuk saham.

Beberapa investor mempertanyakan apakah the Fed akan dapat terus menaikkan suku bunga, yang berpotensi merugikan pertumbuhan. Sementara sentimen lain muncul selama akhir pekan, dimana pertemuan di Papua New Guinea gagal untuk menyetujui pernyataan resmi APEC untuk pertama kalinya, dimana para pemimpin Asia-Pasifik berada di garis depan atas kekhawatiran konflik perdagangan AS dan China.

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengatakan, dalam sebuah pidato pada hari Sabtu bahwa Amerika Serikat tidak akan mundur dari perang dagang dengan China. Kecuali Beijing memenuhi tuntutan AS, komenter tersebut menjadi peredam optimisme perdagangan hari Jumat yang juga dipicu oleh komentar dari Presiden Donald Trump.

Saham pemasok Apple juga mengalami tekanan, termasuk Lumentum Holdings Inc, Universal tampilan Corp, Cirrus logika Inc dan Skyworks solusi Inc. Indeks Philadelphia SE semikonduktor, yang mencakup beberapa pemasok Apple, jatuh 3,9% untuk memperluas kerugian dari sesi sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
58 menit yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
1 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
1 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
1 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
2 jam yang lalu
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved