Kemenperin Pertemukan IKM Logam Mesin dengan Industri Besar

Rabu, 28 November 2018 - 12:41 WIB
Kemenperin Pertemukan...
Kemenperin Pertemukan IKM Logam Mesin dengan Industri Besar
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian berupaya meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) di era industri 4.0 melalui program pembinaan dan pengembang IKM. Direktorat Jenderal IKM Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut (LMEA), Kementerian Perindustrian kembali menyelenggarakan Link and Match IKM Komponen Otomotif dengan Tier Agen Pemegang Merek (APM) dan industri besar.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Gati Wibawaningsih mengatakan, kegiatan Link and Match ini merupakan langkah nyata Kementerian Perindustrian dalam memperkuat peran IKM di dalam struktur industri nasional.

Menurutnya, keberadan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok industri otomotif nasional merupakan bagian penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia.

"Tidak hanya mampu dalam memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor dengan standar kualitas yang telah ditetapkan APM, IM juga telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk komponen yang selama ini dipenuhi oleh pasar impor," katanya di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa 27 November 2018.

Lebih lanjut Gati mengatakan, kegiatan Link and Match IKM Komponen Otomotif dengan Tier APM dan industri besar ini dalam rangka menjembatani IKM komponen otomotif untuk dapat bertemu, sehingga dapat menggali informasi potensi pasar serta memperoleh informasi tentang potensi pasar terkait kebutuhan pembinaan IKM ke depan.

"Yang perlu dilakukan, pendamping, bahan baku, IKM jadi tukang jahit yang awalnya dari situ. Beban kita harus duduk bersama kalau mau tahu pasar bagaimana bina SDM, kebutuhan bahan baku, permesinan seperti apa. Finacing bisa vendor swasta atau kurang, ini hanya mempermudah," jelasnya.

Seperti diketahui, nilai impor suku cadang kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada rentang Januari-Juni 2018 adalah sebesar USD2,06 miliar, meningkat 33% pada periode yang sama di tahun 2017 lalu, yaitu sebesar USD1,54 miliar.

Melihat hal ini, Gati optimis bahwa apabila dilakukan lokalisasi terhadap produk-produk impor tersebut maka ini akan menjadi peluang positif bagi IKM untuk dapat mengisinya.

Dalam kegiatan tersebut Ditjen IKM LMEA mengundang sebanyak 19 perusahaan supplier APM dan industri besar. Serta 100 IKM komponen Otomotif yang berasal dari sentra-sentra IKM logam di Kabupaten Klaten, Tegal, Purbalingga, Sidoarjo, Pasuruan, Jabodetabek dan Jawa Barat.
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IKM Pangan Capai 1,86...
IKM Pangan Capai 1,86 Juta Unit Usaha, IFI Menyeleksi yang Terbaik
Penjualan Sepeda Melonjak,...
Penjualan Sepeda Melonjak, Industri Kecil Menengah Harus Ambil Peran
Kemenperin Dorong IKM...
Kemenperin Dorong IKM Tembus Pasar Ekspor, Ini Caranya
Resep Kemenperin Lezatkan...
Resep Kemenperin Lezatkan IKM Pangan
Pemenang Startup4Industry...
Pemenang Startup4Industry 2020 Ciptakan Otomasi Penopang Produksi IKM
Mengintip Resep Sukses...
Mengintip Resep Sukses IKM Unggulan Indonesia Food Innovation 2021
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
33 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
49 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved