Google dan Kominfo Bertanggungjawab Blokir Aplikasi Fintech Ilegal

Rabu, 12 Desember 2018 - 21:38 WIB
Google dan Kominfo Bertanggungjawab...
Google dan Kominfo Bertanggungjawab Blokir Aplikasi Fintech Ilegal
A A A
JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan, Google dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi pihak yang bertanggungjawab untuk memblokir aplikasi fintech kredit (peer to peer lending/P2P) ilegal dari sisi teknis.

Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi, mengatakan asosiasi sudah melakukan komunikasi dengan Google agar menyaring aplikasi fintech yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami koordinasikan dengan Google untuk mengambil aksi terhadap fintech ilegal karena fintech resmi harus yang terdaftar," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Menurut Adrian, perangkat pemberantasan fintech ilegal tidak bisa hanya dari OJK dan Bareskrim Polri saja karena yang bisa menutup aplikasi secara keseluruhan itu Google dan Kominfo.

"Harus bergerak bersama-sama, tidak bisa OJK sendiri, harus ada teknis yang bisa blokir di kementerian lain," katanya.

Ia pun melihat data dari OJK tahun 2018, setidaknya sudah Rp13,8 triliun dana pinjaman tersalurkan ke masyarakat oleh perusahaan-perusahaan fintech P2P lending. Angka ini menegaskan laporan yang dikeluarkan Bank Dunia dan International Finance Corporation (IFC) yang menyebutkan terdapat lending gap di Indonesia sebesar USD165 miliar.

Sebelumnya, OJK menyebutkan hingga saat ini terdapat 404 lembaga pinjam meminjam uang berbasis teknologi ilegal dan tak berizin beredar di Indonesia. Sayangnya, OJK masih sulit untuk menghilangkannya dari aplikasi di Playstore.

Ketua Satgas Waspada Investasi Ojk, Tongam Lumban Tobing, mengatakan bahkan Google pun mengalami kesulitan untuk menghilangkan nama-nama fintech ilegal tersebut dari daftar pencarian. Masalahnya, jika fintech P2P ilegal itu masih bisa dicari di mesin pencari Google, maka masih ada kemungkinan masyarakat yang tertipu.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Roadmap Fintech P2P...
Roadmap Fintech P2P Lending 2023-2028 Meluncur, Perkuat Pelindungan Konsumen dan Pembiayaan Produktif
OJK: Moratorium Fintech...
OJK: Moratorium Fintech P2P Lending Dicabut Pada Kuartal III 2023
Izin Uang Teman Dicabut,...
Izin Uang Teman Dicabut, Jumlah Pinjol Resmi Kini 102 Perusahaan
Pembiayaan Tembus Rp55,7...
Pembiayaan Tembus Rp55,7 T, Roadmap Pengembangan dan Penguatan P2P Lending Diluncurkan
Genjot Pendanaan Pro...
Genjot Pendanaan Pro Produktif dan UMKM P2P Lending, OJK Siapkan Aturannya
15 Fintech P2P Lending...
15 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Modal Minimum Rp12,5 Miliar Jelang Deadline Juli
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved