Jelang Akhir Tahun, Wall Street Ditutup Menurun

Sabtu, 29 Desember 2018 - 07:24 WIB
Jelang Akhir Tahun,...
Jelang Akhir Tahun, Wall Street Ditutup Menurun
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup menurun pada perdagangan Jumat waktu setempat, dimana Wall Street selama sepekan ini naik turun bak roller coaster. Melansir dari CNBC, Sabtu (29/12/2018), indeks Dow Jones turun 76,42 poin menjadi 23.062,40.

Pun demikian dengan S&P 500 yang mengakhiri perdagangan lebih rendah 0,12% ke level 2.485,74, karena kerugian di sektor saham energi. Hanya saja, indeks Nasdaq melawan tren dengan bertambah tipis 0,08% ke level 6.584,52, berkat keuntungan saham teknologi seperti Apple, Amazon dan Netflix.

Selama Desember ini, Wall Street mengalami volatilitas, dimana selama tiga pekan cenderung melemah namun di pekan terakhir Desember menunjukkan kenaikan. Untuk pekan ini, rata-rata semua pasar saham utama naik sekitar 2,75%. Secara total, Desember ini, S&P 500 turun 9,9% dan Dow Jones kehilangan 9,7%. Ini menjadi Desember terburuk bagi keduanya sejak tahun 1931.

"Kami berada dalam periode akhir tahun dimana banyak orang memilih menjauh dari pasar. Perubahan signifikan dalam pembelian dan penjualan berdampak mendalam bagi pasar," kata Gibson Smith, pendiri Smith Capital Investors.

Menurut dia, kondisi tersebut disebabkan banyaknya masalah soal perdagangan yang berdampak ke pasar saham, terutama masih adanya konflik dagang AS dengan China, masalah isu government shutdown, dan kritik Presiden AS Donald Trump terhadap Federal Reserve yang gandrung menaikkan suku bunga. Menurut Smith, volatilitas ini akan berlanjut hingga Tahun Baru.

Investor cemas atas kekhawatiran akan kesalahan kebijakan moneter oleh Federal Reserve, masalah government shutdown di Washington, dan sinyal perlambatan ekonomi global imbas konflik dagang Amerika Serikat dengan China.

Kendati pasar saham sangat sensitif dengan ekonomi di Amerika Serikat, namun Presiden dan Kepala Investasi di Ensemble Capital Management, Sean Stannard-Stockton, menilai masalah isu resesi masih jauh. "Soal resesi, mungkin terjadi tapi juga mungkin tidak," tandasnya kepada CNBC.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Dibuka Fluktuatif...
Wall Street Dibuka Fluktuatif Menanti Rilis The Fed
Optimisme Terhadap Ekonomi...
Optimisme Terhadap Ekonomi Dorong Wall Street Menguat
Wall Street Anjlok,...
Wall Street Anjlok, Cemas Omicron Gentayangan di AS hingga Pertemuan The Fed
Wall Street Sepekan,...
Wall Street Sepekan, Hadapi Banyak Ujian Jelang Kebijakan The Fed
Wall Street Dibuka Perkasa,...
Wall Street Dibuka Perkasa, Sambut Positif Pengumuman The Fed
Seberapa Bahaya Omicron...
Seberapa Bahaya Omicron Belum Jelas Bikin Wall Street Berakhir Memerah
Berita Terkini
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
46 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
2 jam yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
3 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
4 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
14 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved