Ditjen PSP Canangkan Optimasi Lahan Rawa 500.000 Ha di Tahun 2019

Minggu, 20 Januari 2019 - 19:38 WIB
Ditjen PSP Canangkan...
Ditjen PSP Canangkan Optimasi Lahan Rawa 500.000 Ha di Tahun 2019
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mencanangkan program optimasi lahan rawa seluas 500.000 hektar (Ha) di tahun ini. Upaya pemanfaatan lahan rawa dengan pola optimasi lahan ini telah mulai dirintis sejak tahun 2016.

"Pada tahun 2016 telah dilakukan optimasi lahan rawa seluas 4.299 Ha, tahun 2017 dilakukan optimasi lahan rawa seluas 5.016 Ha dan tahun 2018 seluas 44.250 Ha," sebut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana.

Dadih Permana menjelaskan, Kementan membuat pilot percontohan lahan pertanian terpadu yang dikembangkan melalui kegiatan optimasi lahan rawa. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan pada bentangan potensi lahan rawa seluas 4.000 Ha.

"Kegiatan tersebut telah berhasil mengubah wajah pertanian rawa di Jejangkit, yang awalnya banyak lahan yang tidak dikelola karena faktor-faktor masalah pada lahan rawa. Saat ini lahan rawa di sana telah dikelola dan ditanami dengan tanaman padi," ungkap Dadih Permana dalam keterangan resmi, Minggu (20/1/2019).

Direktur Perluasan Dan Perlindungan Lahan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati, menambahkan kegiatan pilot percontohan lahan pertanian terpadu yang dikembangkan melalui kegiatan optimasi lahan rawa bertumpu pada sejumlah kegiatan.

Di antaranya pembuatan polder keliling dan tanggul pada saluran tersier dengan menggunakan excavator, normalisasi kanal sekunder pada daerah irigasi rawa Jejangkit dengan menggunakan excavator dan pembuatan saluran tersier baru untuk membawa air hingga ke tengah lahan.

"Selain itu juga dibuatkan pintu-pintu air yang berfungsi sebagai pengatur air pada saluran-saluran di lokasi lahan. Juga ada penggunaan pompa aksial yang memiliki kapasitas besar," ungkap Indah.

Program ini juga melibatkan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan). Seperti traktor roda 2, traktor roda 4 dan bulldozer D21 yang didesain khusus untuk lahan rawa untuk proses pengolahan lahan.

Selain itu, juga dilakukan langkah menaikkan pH tanah dengan menggunakan berbagai teknologi. Di antaranya penggunaan amelioran kapur pertanian dan mikroba tanah.

"Juga dilakukan pemanfaatan decomposer hasil riset Balittra untuk mempercepat proses penguraian sisa-sisa rumput belukar yang dibersihkan. Sehingga tidak diperlukan pembakaran. Dan Penggunaan benih resisten genangan dan kemasaman, seperti Inpar," jelasnya.

Pola optimasi lahan rawa yang dilaksanakan Kementerian Pertanian ini telah terbukti berhasil membalikkan kondisi rawa yang suram menjadi harapan sumber penghasil pangan masa depan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Optimasi Lahan Rawa
CropLife Indonesia Menggelar...
CropLife Indonesia Menggelar AGM Bersama Stakeholder untuk Pertanian Modern
Lahan Rawa di Banyuasin...
Lahan Rawa di Banyuasin Dikembangkan untuk Tumbuhkan Wirausaha Muda Pertanian
Percepatan Tanam Mulai...
Percepatan Tanam Mulai Dilakukan Oleh Petani dan Penyuluh Kostratani Musi Rawa
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Pertanian Lahan Rawa...
Pertanian Lahan Rawa Dikembangkan Petani Muda Banyuasin
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
5 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
5 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
6 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
6 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
6 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved