Utang Pemerintah Naik Menjadi Rp4.418 Triliun di Desember 2018

Selasa, 22 Januari 2019 - 21:42 WIB
Utang Pemerintah Naik...
Utang Pemerintah Naik Menjadi Rp4.418 Triliun di Desember 2018
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah sampai dengan Desember 2018 mencapai Rp4.418,30 triliun. Angka ini setara 29,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih di dalam batas yang ditetapkan yaitu 60% dari PDB.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan meski utang pemerintah besar, tetapi pengelolaan utang dilakukan secara prudent dan akuntabel ditengah kondisi pasar tahun 2018 yang volatile. Rasio utang pemerintah terkendali, sebesar 29,98% terhadap PDB.

"Pengelolaan pembiayaan utang semakin membaik. Hal tersebut ditunjukkan dengan realisasi utang yang hingga akhir tahun 2018 semakin menurun, baik untuk Surat Berharga Negara (Neto) maupun untuk Pinjaman (Neto) serta diluncurkannya program dan format baru pembiayaan," jelas Sri Mulyani seperti dikutip APBN Kita, Selasa (22/1/2019).

Lanjut dia, pemerintah akan melunasi utang dengan salah satu program pembiayaan yang diluncurkan pada tahun 2018, yaitu penerbitan Green Global Sukuk di bulan Februari 2018.

"Green Global Sukuk merupakan program pembiayaan untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup. Green Global Sukuk dimanfaatkan untuk proyek-proyek yang berwawasan lingkungan di 4 Kementerian dan Lembaga yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral," katanya.

Sebagai informasi, posisi utang hingga akhir tahun lalu itu berasal dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp6,57 triliun dan dari luar negeri sebesar Rp805,62 triliun. Kemudian dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp3.612,69 triliun.

Adapun utang dari penerbitan SBN dominasi Rupiah mencapai Rp2.601,63 triliun. Terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp2.168,01 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp433,63 triliun.

Sementara itu, SBN denominasi valuta asing (valas) mencapai Rp1.011,05 triliun. Terdiri dari penjualan valas SUN sebanyak Rp799,63 triliun dan valas SBSN sebesar Rp211,42 triliun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Indonesia Disorot,...
Utang Indonesia Disorot, Sri Mulyani Malah Senang
Sri Mulyani: Utang RI...
Sri Mulyani: Utang RI Lebih Terkendali Dibandingkan Negara Lain
Tenang, Menkeu Bilang...
Tenang, Menkeu Bilang Rasio Utang Kita Masih Rendah
Utang Naik Rp693,9 Triliun,...
Utang Naik Rp693,9 Triliun, Menkeu: Untuk Biaya Pemulihan
Kabar Gembira! Tahun...
Kabar Gembira! Tahun Depan Sri Mulyani Tahan Utang
Jawab Kecurigaan DPD,...
Jawab Kecurigaan DPD, Sri Mulyani: Kalau Ada yang Bisa Nyembunyiin Utang, Ya Tukang Sulap!
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
34 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
54 menit yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
9 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
10 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved