USD Melemah Karena Investor Beralih ke Pertemuan Kebijakan The Fed

Sabtu, 26 Januari 2019 - 08:14 WIB
USD Melemah Karena Investor...
USD Melemah Karena Investor Beralih ke Pertemuan Kebijakan The Fed
A A A
WASHINGTON - Dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, setelah berada di level tertinggi tiga pekan di sesi sebelumnya. Melemahnya USD seiring fokus investor ke pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan berlangsung minggu depan. Bank sentral AS diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga.

"The Fed akan melakukan pertemuan minggu depan, dan kedengarannya mereka akan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Harapan untuk menaikkan suku bunga sangat rendah, karena para pembuat kebijakan kedengarannya akan tetap mempertahankan suku bunga di tahun ini," ujar Joe Manimbo, analis senior pasar uang di Western Union Business Solutions di Washington.

Melansir dari Reuters, Sabtu (26/1/2019), indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,85% menjadi 95,78, setelah naik ke level tertinggi tiga pekan di angka 96,67 pada perdagangan Kamis.

Hasil ini membuat euro rebound, setelah sebelumnya Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, gagal mengubah penilaian yang suram terhadap ekonomi Uni Eropa. Dengan melemahnya USD, euro pulih 0,95% menjadi USD1,1412, setelah pada Kamis lalu jatuh ke level terendah dua bulan di angka USD1,1286.

Dolar AS sepanjang tahun lalu menguat berkat kenaikan suku bunga The Fed sebanyak empat kali. Dan kali ini, pasar berharap The Fed menaikkan biaya pinjaman dua kali di tahun 2019 untuk menopang USD. Hanya saja, para pejabat bank sentral meminta mereka untuk bersabar soal kenaikan suku bunga.

Sementara itu, poundsterling Inggris mencapai level tertinggi 11 minggu, setelah laporan surat kabar The Sun bahwa Partai Uni Demokratik Irlandia Utara menawarkan dukungan bersyarat kepada Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk kesepakatan Brexit pada pekan depan.

Laporan itu mendorong poundsterling naik 0,4% ke level USD1,3139, menjadi level tertinggi sejak 9 November 2018. Sterling Inggris telah naik sekira 1,8% pada pekan ini, bergerak di atas USD1,30, seiring harapan Inggris melakukan kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa pada 29 Maret mendatang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
32 menit yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
1 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
2 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved