Unicorn RI Dikuasai Asing, Negara Harus Hadir Bikin Rambu-rambu

Senin, 28 Januari 2019 - 18:08 WIB
Unicorn RI Dikuasai...
Unicorn RI Dikuasai Asing, Negara Harus Hadir Bikin Rambu-rambu
A A A
JAKARTA - Dikuasainya unicorn di Indonesia oleh asing ditanggapi oleh Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Drajad Wibowo. Menurutnya, sudah seharusnya negara hadir dan membuat rambu-rambu.

"Para jagoan start-up memang biasanya bukan pengusaha mapan atau yang tergolong paling kaya di satu negara. Di Indonesia juga sama," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (28/1/2019).

Sehingga, dia menilai wajar jika para start-up itu berharap ada investor yang membeli saham atau menyuntik dana setelah program atau aplikasi kreasinya populer. "Entah investor domestik maupun asing," kata Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno itu.

Karena itu, kata dia, dari sisi logika bisnis, penguasaan asing terhadap Unicorn Indonesia tidak terelakkan. "Kreator start up ingin cashing in dan sekaligus berkembang besar, pemodal besar asing melihat peluang investasi dan pasar Indonesia yang besar. Supply ketemu demand, deal terjadi," katanya.

Masalahnya, kata Drajad, data itu sekarang semakin mahal nilainya. Dia melanjutkan, bukan hanya secara bisnis dan finansial belaka, tapi bahkan secara politik, strategis dan keamanan negara.

"Karena itu sudah seharusnya negara hadir dan membuat rambu-rambu. Daya tarik investasi dan pasar harus tetap dijaga, tapi politik, strategis dan keamanan jangan sampai dikorbankan. Harus ada keseimbangan," tuturnya.

Adapun caranya, menurut dia, banyak opsinya. "Tapi memang harus diuji agar keseimbangan di atas tidak rusak. Mungkin bisa memakai saham Merah Putih. Bisa pola penguasaan operasional," imbuhnya.

Selain itu, menurut dia, bisa pola penanggung jawab domestik seperti yang sekarang dipakai oleh negara Teluk untuk berbagai usaha maupun oleh Singapura untuk pendaftaran perusahaan milik Warga Negara Asing yang didaftarkan di sana. "Saya belum tahu mana opsi yang terbaik. Harus dikaji mendalam dulu," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Analis Sebut Aksi Bakar...
Analis Sebut Aksi Bakar Uang Bisa Bikin Unicorn Jadi Popcorn
7 Startup Unicorn di...
7 Startup Unicorn di Indonesia, Ada yang Valuasinya Tembus Rp45 Triliun
Unicorn Bisa Jadi Semena-mena,...
Unicorn Bisa Jadi Semena-mena, Ayo Pemerintah Semangat Ngatur di Tahun Baru
Keputusan Telkomsel...
Keputusan Telkomsel Masuk Gojek Dinilai Momentum yang Tepat
15 Unicorn dan Centaur...
15 Unicorn dan Centaur Siap Melantai di Bursa RI, Simak Penjelasan BEI
Sandiaga Uno Dorong...
Sandiaga Uno Dorong Startup Tanah Air Catatkan Saham IPO
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved