Wall Street Terangkat Optimisme Perdagangan AS Versus China

Sabtu, 16 Februari 2019 - 08:17 WIB
Wall Street Terangkat...
Wall Street Terangkat Optimisme Perdagangan AS Versus China
A A A
JAKARTA - Wall Street rally pada sesi perdagangan hari Jumat, waktu setempat dengan Dow dan Nasdaq mencetak keuntungan seiring tumbuhnya harapan investor bahwa Amerika Serikat dan China akan menuntaskan kesepakatan untuk menyelesaikan perang dagang yang berkepanjangan. Seperti diketahui pembicaraan tinggi dalam upaya meredam perang tarif antar dua ekonomi terbesar dunia sedang berlangsung di Beijing.

Semua tiga besar indeks saham AS berakhir lebih tinggi dan untuk sesi keempat, indeks S & P 500 tercatat bergerak di atas rata-rata harian 200 hari. Sementara itu pembicaraan antara Amerika Serikat dan China akan dilanjutkan di Washington minggu depan, dengan kedua belah pihak mengatakan kemajuan telah dibuat ke arah penyelesaian sengketa perdagangan kedua negara.

Hampir 80% dari perusahaan S & P 500 telah melaporkan pendapatan kuartal, dimana analis memperkirakan kenaikan keuntungan sebesar 16,2% untuk kuartal, menurut data Refinitiv. Namun meski begitu outlook ke depannya terus memburuk. Kuartal pertama penghasilan saat ini terlihat jatuh sebesar 0,5%, untuk menjadi penurunan pertama pada awal tahun sejak pertengahan-2016.

Dow Jones Industrial Average naik mencapai 443,86 poin yang setara 1,74% ke level 25.883,25 sedangkan indeks S & P 500 mendapatkan tambahan 29,87 poin atau 1,09% menjadi 2.775,6. Selanjutnya komposit Nasdaq meningkat lebih tinggi sebesar 45,46 poin atau 0,61% di posisi 7.472,41.

Semua 11 sektor utama dalam indeks S & P 500 mengakhiri sesi kelam untuk kembali menghijau. Sektor keuangan yang sensitif memimpin kenaikan indeks S & P 500 untuk bangkit kembali usai sesi perdagangan, Kamis. Terpantau saham dari PepsiCo menguat hingga 3,1% bahkan setelah perusahaan makanan dan minuman ringan diperkirakan menyusut untuk menjadi kejutan tahun ini

Sahan NVIDIA Corp naik 1,8% setelah perusahaan diprediksi fluktuatif untuk tahun fiskal di atas harapan-harapan Wall Street. Produsen chip tersebut memberikan dorongan terbesar kedua dimana indeks telah melompat hampir 18% tahun ini. Saham Amazon.com turun 0,9% setelah mengurungkan rencananya untuk sebuah kantor di New York.

Pada kenyataannya anggota FAANG, yang juga mencakup Facebook Inc, Apple Inc, Netflix Inc dan Google Inc alfabet juga mengakhiri sesi dalam zona merah. Volume perdagangan AS mencapai 7,07 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,43 miliar selama 20 hari perdagangan sesi terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
37 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
50 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved