Penerbitan Surat Utang Tahun Ini Diprediksi Capai Rp135 Triliun

Selasa, 19 Februari 2019 - 23:09 WIB
Penerbitan Surat Utang...
Penerbitan Surat Utang Tahun Ini Diprediksi Capai Rp135 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi total penerbitan surat utang di sepanjang 2019 akan mencapai Rp135,2 triliun atau naik tipis dibandingkan dengan 2018 mencapai Rp132,42 triliun. Analis Pefindo Fikri C Permana mengatakan, penerbitan surat utang di 2019 akan relatif setara dengan realisasi di 2018 yang dikuasai oleh sektor multifinance.

Pada tahun ini menurutnya risiko penerbitan surat utang masih akan dipengaruhi sentimen trade war dan juga isu kenaikan Fed Fund Rate sebanyak dua kali bisa menjadi 3%. Ini karena tren dovish masih tinggi. Sementara perlambatan ekonomi di China juga berdampak melemahkan pasar obligasi domestik. Kondisi new normal growth perekonomian China diperkirakan akan menurunkan nilai perekonomian global dan mengubah aliran modal dunia.

“Jika tahun ini The Fed menaikkan suku bunga, maka yield obligasi di AS akan terdorong naik. Tentu, yield obligasi di Indonesia juga ikut naik. Tetapi, inflasi kita yang terjaga sekitar 3-3,5% bisa menjaga stabilitas pasar obligasi," ujar Fikri di Jakarta, Senin (19/2/2019).

Sementara tingkat yield Surat Utang Negara (SUN) di 2019 akan berada di level 8,2% dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di kisaran Rp14.000-Rp15.000/USD. Memang ada sedikit perlambatan di pasar surat utang, tetapi pada kuartal ketiga tahun ini akan naik lagi, jika stabilitas yield dan rupiah bisa terjaga.

"Terkait kondisi politik di tahun ini, dunia usaha memang akan melakukan wait and see. Tetapi, kalau penerbitan surat utang tidak ada aksi wait and see. Hal ini disebabkan ada kebutuhan refinancing untuk proses bisnis," ujarnya.

Sementara itu analis Pefindo Hendro Utomo mengatakan, penerbitan surat utang nasional di 2018 mencapai Rp132,42 triliun. Penerbitan surat utang 2018 yang diperingkat melalui Pefindo sebesar Rp111,28 triliun. Dia menjelaskan penerbitan surat utang secara nasional yang dilakukan perusahaan pembiayaan di 2018 mencapai Rp41,82 triliun dari 23 perusahaan. Sementara kedua terbesar datang dari sektor perbankan sebesar Rp34,1 triliun oleh 15 perusahaan.

Sedangkan proyeksi pasar surat utang negara dari Head of Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra melihat pasar surat utang Indonesia di tahun 2019 akan lebih baik dibandingkan dengan kondisi di tahun 2018 lalu. Hal tersebut menurutnya tidak lepas dari faktor eksternal dari Bank Sentral AS atau The Fed yang terlihat menahan diri untuk melanjutkan kenaikan suku bunganya di tengah ancaman perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Adapun dari faktor domestik, stabilitas nilai tukar rupiah serta kebijakan pemerintah agar defisit transaksi berjalan menjadi turun akan menentukan pergerakan pasar surat utang di tahun 2019. "Dengan asumsi moderat ke optimis, diperkirakan pasar surat utang negara akan memberikan total return kepada investor berkisar antara 7,50% hingga 10,33%," ujar Adi Saputra beberapa waktu lalu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Lesu, Penerbitan...
Bisnis Lesu, Penerbitan Surat Utang Korporasi Diprediksi Anjlok 30%
Surat Utang Korporasi...
Surat Utang Korporasi Naik, Obligasi Adhi City Terserap Habis
Penerbitan Obligasi...
Penerbitan Obligasi Korporasi Rp61,1 Triliun Didominasi untuk Bayar Utang
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp7.103 Triliun, Efek Minat SBN Lesu
Ringankan Beban Pemerintah,...
Ringankan Beban Pemerintah, BI Borong Surat Utang Rp58 Triliun
Berbagi Beban, BI Borong...
Berbagi Beban, BI Borong Surat Utang Pemerintah Rp457 Triliun
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved