Harga Minyak Menguat Karena Harapan Kesepakatan Dagang AS-China

Sabtu, 23 Februari 2019 - 09:26 WIB
Harga Minyak Menguat...
Harga Minyak Menguat Karena Harapan Kesepakatan Dagang AS-China
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah menyentuh level tertinggi lebih dari tiga bulan pada perdagangan Jumat waktu AS. Kenaikan harga minyak dipicu oleh dua hal: meningkatnya harapan kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan China, serta pemotongan produksi oleh OPEC.

Melansir dari Reuters, Sabtu (23/2/2019), para pedagang berharap Washington dan Beijing dapat menyelesaikan konflik dagang mereka, yang telah merusak pertumbuhan ekonomi global.

Harga minyak juga terus mendapat dukungan dari pemotongan pasokan yang dipimpin oleh OPEC dan Rusia. Mereka sejak Desember lalu, sepakat memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, demi mengimbangi peningkatan produksi minyak oleh AS yang telah membuat kelebihan pasokan minyak mentah global.

Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 30 sen menjadi USD57,26 per barel. Merupakan harga penutupan tertinggi sejak medio November. Kenaikan ini juga membukukan kenaikan mingguan sebesar 3%.

Harga minyak mentah berjangka internasional, Brent turun 2 sen menjadi USD67,05 per barel pada pukul 02.30 ET. Namun selama pekan ini, harga Brent telah meningkat sebesar 1,2%.

"Pembicaraan dagang AS dan China telah membuat optimistis harga minyak. Dan kesepakatan akan membantu pertumbuhan ekonomi global. Jadi WTI dapat dengan mudah mencapai target menguat," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

Kesepakatan dagang dan pemotongan produksi oleh OPEC serta Rusia, seakan mengimbangi lonjakan produksi minyak mentah AS. Data Administrasi Energi (EIA) menyatakan total produksi minyak AS sepanjang 2019 secara rata-rata 12,5 juta barel per hari.

Dengan harapan membaiknya ekonomi global, Goldman Sachs memperkirakan permintaan minyak bakal tumbuh 1,4 juta barel per hari di 2019. Berdasar hukum supply dan demand, Goldman memperkirakan harga Brent akan berada di rata-rata USD60 hingga USD65 per barel di 2019.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perang Dagang, China...
Perang Dagang, China Ganti Minyak Mentah AS dengan Minyak Kanada
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh Dibayangi Ketegangan Hubungan AS-China
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh Diterpa Ketegangan Perdagangan AS-China
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Harga Minyak Naik Didorong...
Harga Minyak Naik Didorong Kesepakatan UBS Akuisisi Credit Suisse
Ketegangan AS-China...
Ketegangan AS-China Memuncak Harga Minyak Kembali Jatuh
Berita Terkini
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
17 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
46 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved