Fintech Bisa Menghemat Kas Negara dan Menguntungkan UMKM

Selasa, 26 Maret 2019 - 13:12 WIB
Fintech Bisa Menghemat...
Fintech Bisa Menghemat Kas Negara dan Menguntungkan UMKM
A A A
JAKARTA - Kemunculan layanan keuangan digital berbasis teknologi (fintech) diterangkan mempunyai banyak manfaat, dimana salah satunya terang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo bisa menghemat kas negara. Pasalnya dengan mengedepankan transaksi nontunai, hal tersebut bisa menghemat biaya pembuatan uang kertas.

“Kalau bisa menggunakan transaksi nontunai, maka akan menghemat negara karena untuk membeli kertas uang itu triliuan. Jadi bisa hemat tentu lumayan juga, sistem pengamanan (uang) kita juga belinya di luar negeri,” ujar Bambang di Jakarta, Selasa (26/3/2019)

Lebih lanjut terang dia bisnis fintech dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan. Ditambah mempermudah transaksi dan meningkatkan literasi keuangan. Tidak ketinggalan, fintech juga menguntungkan pelaku usaha terutama Usaha Mikro, Kecil, Menegah (UMKM) dan masyarakat Indonesia.

Keuntungan bagi pelaku usaha yakni dapat menekan biaya modal, biaya operasional dengan memanfaatkan teknologi berupa smartphone. “Bisnis fintech juga bisa menggantikan peran lembaga formal seperti perbankan, menjadi alat bantu pembayaran dan kliring, mitigasi risiko dan membantu pihak yang membutuhkan,” jelasnya.

Dia menyakini bisnis fintech dapat mencegah risiko dari sumber stabilitas sistem keuangan yang berkaitan dengan sistem informasi. Namun, perkembangan ini harus sejalan dengan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingat pada tahun lalu sekitar 277 bisnis fintech dinyatakan ilegal oleh Satgas, sehingga meresahkan masyarakat.

“Pemerintah memberikan pengawasan lebih tepatnya terhadap pelaku usaha. OJK bertanggung jawab mengatasinya, perlu memiliki aturan UU yang punya payung hukum di industri ini. Konsisten diperlukan untuk perkembangan fintech, harus mampu melindungi pihak terkait akibat penyalahan gunaan teknologi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Komisioner OJK Sukarela Batunanggar meminta agar perbankan dan fintech bisa berkoloborasi untuk meningkatkan UMKM. "Dengan kolaborasi bersama fintech yang kita harapkan ke depan itu bisa ditawarkan produk-produk yang tidak hanya bermanfaat, juga lebih efisien dan juga lebih meningkatkan customer experience," terang dia.

"Artinya lebih bisa menjawab berbagai permasalahan termasuk aspek inklusi keuangan yang juga masih harus kita tingkatkan ke depan, termasuk juga pembiayaan pembiayaan terhadap UMKM," papar Sukarela.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK: Moratorium Fintech...
OJK: Moratorium Fintech P2P Lending Dicabut Pada Kuartal III 2023
Izin Uang Teman Dicabut,...
Izin Uang Teman Dicabut, Jumlah Pinjol Resmi Kini 102 Perusahaan
Moratorium Izin P2P...
Moratorium Izin P2P Lending Bakal Dicabut, OJK Ungkap Alasannya
Menyadari Kelemahan,...
Menyadari Kelemahan, OJK Akui Butuh Bantuan Fintech Lending
Roadmap Fintech P2P...
Roadmap Fintech P2P Lending 2023-2028 Meluncur, Perkuat Pelindungan Konsumen dan Pembiayaan Produktif
Marak Fintech Ilegal...
Marak Fintech Ilegal yang Meresahkan, Kenali Ciri-cirinya!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
15 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved