Sri Mulyani: Peningkatan SDM Terkendala Alokasi Anggaran Pendidikan

Kamis, 11 April 2019 - 10:41 WIB
Sri Mulyani: Peningkatan...
Sri Mulyani: Peningkatan SDM Terkendala Alokasi Anggaran Pendidikan
A A A
JAKARTA - Revolusi industri 4.0 memberikan kesempatan bagi negara berkembang untuk meningkatkan pembangunan secara luas. Namun tantangan yang dihadapi negara berkembang ini, termasuk Indonesia dalam mewujudkan transformasi di era digital adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam memberikan kuliah umum di Cornell University, Amerika Serikat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengangkat topik peningkatan SDM di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Untuk menjawab tantangan pembangunan SDM, kata Sri Mulyani, pemerintah menggunakan berbagai instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan.

"Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20%, anggaran kesehatan 5% dan anggaran jaring pengaman sosial sebesar 10% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara," ujar Sri Mulyani di Washington, Amerika Serikat, dalam keterangan yang diterima SINDOnews di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Menurut dia, pemerintah masih dihadapkan pada berbagai tantangan dalam membelanjakan anggaran pendidikan. Tantangan tersebut antara lain: pertama, membelanjakan anggaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata di wilayah Indonesia.

Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan dengan anggaran yang telah didesentralisasi, yang memerlukan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ketiga, bagaimana pendidikan menghasilkan keterampilan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan industri.

"Tantangan selanjutnya adalah bagaimana kebijakan fiskal dapat memberikan insentif untuk mendorong partisipasi pihak swasta dalam pendidikan," katanya.

Dia menegaskan dalam kebijakan fiskal, pemerijtah telah memberikan beberapa mekanisme insentif, antara lain insentif pengecualian pajak untuk buku literatur, insentif pajak untuk riset dan pelatihan vokasi.

"Kami juga membuat sovereign wealth fund untuk pendidikan, dimana dalam periode 10 tahun telah menghasilkan banyak hal. Kami bisa mengirimkan 25.000 mahasiswa ke universitas terbaik di dunia termasuk Cornell University. Kami juga membuat sovereign wealth fund untuk riset sebagai sarana alumni dan swasta untuk menguatkan riset dan development," jelas Menkeu.

Di bidang kesehatan, pemerintah dihadapkan pada persoalan stunting yang masih menjadi persoalan utama di Indonesia. Pemerintah telah bekerjasama dengan World Bank untuk mengatasi hal tersebut. Selain itu, pemerintah juga telah membuat universal health coverage untuk mengatasi berbagai masalah di bidang kesehatan.

Menkeu menekankan bahwa tantangan terbesar dalam peningkatan kualitas SDM tidak terletak pada anggaran atau kebijakan, tetapi pada eksekusinya.

"Hasil belanja untuk SDM tidak terlihat secara langsung dan membutuhkan waktu lama. Isu SDM juga harus diatasi dengan teknologi. Kami berharap, isu ini dapat terus didiskusikan, termasuk dengan akademisi," katanya.

Agar kebijakan pengembangan SDM dapat terus dilakukan, pemerintah memerlukan dukungan masyakarat, salah satunya melalui pajak. Pemerintah telah melakukan reformasi perpajakan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan bagi wajib pajak.

"Namun pajak juga bukan semata-mata untuk penerimaan. Kami menggunakan instrumen pajak dan kebijakan fiskal untuk memberikan insentif kepada orang yang tepat," tegas Sri Mulyani.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Selaraskan...
Kementan Selaraskan Kurikulum Pendidikan Vokasi dengan Industri dan Dunia Kerja
Sri Mulyani Pede RI...
Sri Mulyani Pede RI Bisa Cetak 500 Ribu Eksportir Handal di 2030
SDM RI Harus Siap Hadapi...
SDM RI Harus Siap Hadapi Era Digital, Sri Mulyani: Biar Enggak Didikte Asing
Mendorong Lahirnya Kurikulum...
Mendorong Lahirnya Kurikulum Bersama yang Disetujui Industri
Bantu Pendidikan Indonesia,...
Bantu Pendidikan Indonesia, Dexin Steel Indonesia Beri Bantuan Rp500 Juta
Sri Mulyani: Indikator...
Sri Mulyani: Indikator Kesehatan RI Belum Baik, Butuh Pendekatan Ambisius
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved