Wall Street Melompat Karena Pertumbuhan Ekonomi AS yang Kuat

Sabtu, 27 April 2019 - 09:01 WIB
Wall Street Melompat...
Wall Street Melompat Karena Pertumbuhan Ekonomi AS yang Kuat
A A A
NEW YORK - Pasar saham utama Amerika Serikat yaitu S&P 500 dan Nasdaq ditutup ke rekor tertinggi pada Jumat waktu setempat, didorong oleh data ekonomi AS kuartal I 2019 yang mencapai 3,2%. Kenaikan Wall Street ditambah dengan positifnya pendapatan perusahaan.

Melansir dari CNBC, Sabtu (27/4/2019), indeks S&P 500 naik 0,5% menjadi 2.939,88, menjadi level tertinggi sepanjang masa. Begitu pula dengan Nasdaq yang bertambah 0,3% ke level 8.146,40. Indeks Dow Jones naik 81,25 poin menjadi 26.543,33.

Departemen Perdagangan AS mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I 2019 mencapai 3,2%. Angka ini melampaui estimasi para ekonomi yang disurvei oleh Dow Jones, di level 2,5%. Kenaikan ekonomi AS dipicu oleh meningkatnya ekspor sebesar 3,7% dan impor turun drastis 3,7%.

"Ekspansi ekonomi telah membuat rekor baru pada pasar saham. Sepertinya pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut hingga akhir tahun," kata Chris Rupkey, kepala ekonom keuangan di MUFG.

Sebelumnya, beberapa kalangan menilai pertumbuhan ekonomi AS akan melambat akibat government shutdown yang berlarut-larut, kondisi cuaca musim dingin yang menghambat produksi manufaktur, dan kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia. "Tetapi ketakutan tersebut tidak berdasar," tukas Rupkey.

Seiring dengan itu, beberapa hasil pendapatan perusahaan menunjukkan hal gemilang sehingga mendongkrak saham mereka. Saham Amazon ditutup lebih tinggi 2,5% dan melampaui ekspektasi analis Wall Street.

Saham Ford Motor melonjak 10,7% berkat kenaikan pendapatan, merupakan yang terbesar sejak 2009. Didorong oleh penjualan truk dan SUV yang kuat di wilayah Amerika Utara.

Dan selama sepekan ini, indeks S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan kuat setelah lebih dari 140 perusahaan merilis laporan kuartalan mereka. Kedua indeks masing-masing naik 1,2% dan 1,9%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Kebakaran Saat Inflasi AS Membara
Wall Street Dibuka Tergelincir...
Wall Street Dibuka Tergelincir Usai Diterpa Data Non-Farm Payrolls
Sejarah Wall Street,...
Sejarah Wall Street, Wilayah Pusat Bursa Efek New York
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Melemah Usai The Fed Jaga Suku Bunga Tetap Stabil
Wall Street Variatif...
Wall Street Variatif Saat Indeks S&P Dalam Jalur Terbaik 34 Tahun
Wall Street Dibuka Rebound...
Wall Street Dibuka Rebound Usai Terhimpit Data Inflasi
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
5 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
5 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
6 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved