Luhut Optimistis RI Terhindar Jebakan Utang China di Jalur Sutra Modern

Sabtu, 27 April 2019 - 11:26 WIB
Luhut Optimistis RI...
Luhut Optimistis RI Terhindar Jebakan Utang China di Jalur Sutra Modern
A A A
BEIJING - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menerangkan, Indonesia akan terhindar dari apa yang disebut sebagai jebakan utang China dalam Program Belt and Road atau Jalur Sutera modern. Diterangkan olehnya bahwa pemerintah tidak menyertakan dananya pada proyek-proyek yang masuk dalam program Jalur Sutra Modern.

“Ada yang memperingati debt trap untuk skemanya. Kita tidak melakukan perjanjian G to G (antar pemerintah) Skema B to B (antar badan usaha) itu sangat baik untuk mengurangi resiko jebakan ini,” ujar Menko Luhut lewat keterangan tertulis, Sabtu (27/4/2019).

Formatnya, menurut dia, tidak ada uang pemerintah yang disertakan dalam proyek-proyek tersebut. Prinsipnya harus sama-sama untung, Pemerintah hanya terlibat dalam studi kelayakannya, menyangkut lingkungan hidup, nilai tambah, transfer teknologi, B to B dan pemanfaatan tenaga kerja lokal. Di Indonesia bagian Timur Indonesia masih kekurangan tenaga kerja handal dalam bidang teknologi.

“Seperti yang kami lakukan di Morowali, sekarang kami sudah punya politeknik yang mendidik calon-calon tenaga kerja dalam bidang teknik, setelah 3-4 tahun nanti mereka akan menggantikan tenaga-tenaga kerja asing yang ada di sana. Sehingga anak-anak Indonesia, pekerja-pekerja Indonesia, akan ikut menikmati juga. Inilah yang disebut sama-sama untung,” jelasnya.

Sambung dia menekankan, kerjasama yang ada saat ini tidak ada yang berbentuk kerjasama antar pemerintah, melainkan kerjasama antar badan usaha, langsung pada proyek. Jadi peran pemerintah disini hanya memfasilitasi. Menurutnya proyek-proyek tersebut murni dilakukan secara Business-to-Business (B2B), pemerintah Indonesia dan China disebut hanya untuk memfasilitasi bertemunya masing-masing badan usaha dari kedua negara.

Sementara terkait dengan pembangunan infrastruktur yang secara masif dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, terang Menko Luhut bahwa dampaknya tidak bisa langsung dirasakan.

“Infrastruktur itu sebenarnya memperkaya, karena akan menurunkan cost tetapi tidak bisa terlihat hasilnya dalam 1-2 tahun, mungkin baru terasa hasilnya dalam 4-5 tahun. Sekarang China telah menikmati pembangunan Infrastuktur nya. Kami, Indonesia baru bisa menikmatinya dalam sekitar lima tahun ke depan,” jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terperangkap Utang,...
Terperangkap Utang, China Kubur Uang Triliunan Dolar di Jalur Sutra
Colombo Port City: Dubai...
Colombo Port City: Dubai Baru Sri Lanka atau Kawasan Utang Milik China?
China Rayakan 10 Tahun...
China Rayakan 10 Tahun Jalur Sutra Modern, Barat Tuding Diplomasi Jebakan Utang
Di Luar Dugaan AS, Jalur...
Di Luar Dugaan AS, Jalur Sutra Baru China Semakin Mengikat Dunia
Pinjamankan Rp20.730...
Pinjamankan Rp20.730 Triliun Buat Jalur Sutra Modern, Fokus China Beralih Jadi Penyelamatan
Daftar 30 Negara dengan...
Daftar 30 Negara dengan Utang China Terbesar, Indonesia Urutan Berapa?
Berita Terkini
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
3 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
3 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved