BI Akui Pasar Keuangan Tertekan Kondisi Global

Jum'at, 17 Mei 2019 - 17:29 WIB
BI Akui Pasar Keuangan...
BI Akui Pasar Keuangan Tertekan Kondisi Global
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan kondisi perekonomian nasional, khususnya di sektor pasar keuangan mulai menunjukan adanya perlambatan. Perlambatan ini disebutkan dampak dari tekanan kondisi perekonomian global saat ini.

"Kalau kita lihat perkembangan sampai hari ini kondisi global, kita tengah kembali mendapatkan tekanan, khususnya tekanan di pasar keuangan," ujar Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Menurut dia, tidak kunjung usainya tensi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, menjadi salah satu faktor utama yang menekan kondisi perekonomian nasional. "Ketegangan China dan AS memunculkan spillover effect ke banyak negara, khususnya negara emerging," ucapnya.

Bahkan, tambah Dody, aliran modal asing ke Indonesia pada Mei 2019 mencatatkan capital outflow. Padahal, sejak Januari sampai April 2019, BI masih mencatatkan capital inflow.

"Sampai dengan hari ini, bulan Mei bisa dikatakan net-nya adalah capital outflow dari perekonominya hampir di semua instrumen. Setelah kita mencatat year to date dari Januari sampai dengan bulan April itu inflow secara signifikan," tutur dia.

Selain itu, dengan data neraca dagang bulan lalu yang mencatatkan defisit terdalam sepanjang sejarah, menurut Dody kembali memastikan bahwa saat ini perekonomian nasional sedang dalam kondisi tertekan. Dimana neraca dagang mencatatkan perlambatan pertumbuhan ekspor, khususnya di sektor migas, disebabkan oleh tidak stabilnya harga komoditas di pasar internasional.

"Selain itu, kita juga melihat angka pertumbuhan ekonomi kita yang bisa dikatakan di bawah perkiraan hampir semua pihak termasuk Bank Indonesia. Itu semua berawal dari bagaimana dampak dari trade tention dan dampak pada asumsi pertumbuhan ekonomi dunia," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Calon Deputi Gubernur...
Calon Deputi Gubernur BI Doni Primanto Fokus Dorong Keuangan Digital
Wacana Pengalihan Pengawasan...
Wacana Pengalihan Pengawasan Bank, Bos BI: Pasar Keuangan Sempat Guncang
16 Lembaga Keuangan...
16 Lembaga Keuangan Akan Jadi Peserta Baru BI Fast
Gubernur BI: Kepanikan...
Gubernur BI: Kepanikan Pasar Keuangan Global Mulai Berkurang
BI Terbitkan Ketentuan...
BI Terbitkan Ketentuan Teknis CCP SBNT
Redam Bola Liar Persepsi...
Redam Bola Liar Persepsi Pasar, BI Hadapi Ujian Kredibilitas Baru
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved