Masih Tertinggi, Kontribusi Ekspor Produk Manufaktur 74%

Minggu, 19 Mei 2019 - 17:01 WIB
Masih Tertinggi, Kontribusi...
Masih Tertinggi, Kontribusi Ekspor Produk Manufaktur 74%
A A A
JAKARTA - Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada April 2019, ekspor produk manufaktur mencapai USD9,42 miliar atau menyumbang 74,77% dari total ekspor Indonesia.

"Beberapa hal yang terkait dengan defisit neraca perdagangan, sebetulnya kalau kita bicara industri nonmigas, masih positif. Secara kumulatif, volume ekspor Januari-April 2019 meningkat 10,22% dibanding periode yang sama di tahun 2018, yang disumbang oleh peningkatan ekspor nonmigas 13,07%," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Sejumlah komoditas nonmigas yang nilai ekspornya naik pada April 2019 dibanding Maret 2019 adalah karet dan barang dari karet senilai USD72,4 juta (15,10%), bubur kayu/pulp USD51,7 juta (21,39%), alas kaki USD30,0 juta (8,66%), pupuk USD23,9 juta (66,36%), serta berbagai produk kimia USD23,8 juta (6,64%).

"Kami juga terus mendorong produsen dalam negeri melakukan substitusi impor. Jadi, substitusi impor itu harus ada dari barang yang di dalam negeri dan kami dorong untuk ekspor ke luar negeri," sambung Menperin.

Substitusi impor merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan. Di samping itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus terhadap peningkatan investasi dan ekspansi di dalam negeri yang diharapkan dapat mengerem laju impor dengan mendongkrak produksi dalam negeri, sekaligus menggenjot ekspor.

"Kami juga memacu perusahaan swasta untuk berinvestasi di luar negeri supaya mendapatkan akses kemudahan ekspor di tengah ketidakpastian perdagangan global saat ini. Salah satu komoditas yang didorong untuk ekspor adalah besi dan baja," ungkap Airlangga.

Lebih lanjut Menperin mengatakan, penurunan ekspor nasional saat ini karena permintaan pasar dunia yang juga turun akibat dari imbas perang dagang. Dia mencontohkan produk besi dan baja Indonesia dalam bentuk lembaran (sheet) yang terkena bea masuk cukup tinggi ke Amerika Serikat (AS) dan China.

Sementara, terkait besarnya impor bahan baku dan penolong serta barang modal, Menperin menjelaskan bahwa hal itu guna meningkatkan produksi di dalam negeri. Pada akhirnya, kata Menperin, diharapkan ekspor juga bisa ikut naik.

Sejumlah produk manufaktur Indonesia menurutnya masih agresif menembus pasar ekspor, seperti makanan dan minuman, pakaian dan alas kaki, serta kendaraan dan komponennya.

Selain peningkatan investasi untuk ekspor, Menperin pun mendorong diversifikasi pasar tujuan ekspor produk domestik. Adapun negara tujuan ekspor produk nonmigas Indonesia yang terbesar pada April 2019 yakni China yang mencapai USD2,04 miliar, disusul AS sebesar USD1,38 miliar dan Jepang USD1,05 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,65%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) tercatat sebesar USD1,16 miliar.

Dilihat pada periode Januari-April 2019, China masih tetap merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD7,27 miliar (14,85%), diikuti AS dengan nilai USD5,54 miliar (11,32%), dan Jepang dengan nilai USD4,45 miliar (9,09%). Komoditas utama yang diekspor ke China pada periode tersebut adalah lignit, besi/baja, dan minyak kelapa sawit.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekspor Naik 10%, Industri...
Ekspor Naik 10%, Industri Manufaktur Masih Kuat Hadapi Pandemi Covid-19
Menperin Kaget, Kontribusi...
Menperin Kaget, Kontribusi Ekspor Manufaktur Capai 79% di Semester I/2020
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
40 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
43 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved