Kemenperin Siapkan Platform Penghubung Ekosistem Bisnis Industri Fashion

Selasa, 11 Juni 2019 - 11:22 WIB
Kemenperin Siapkan Platform...
Kemenperin Siapkan Platform Penghubung Ekosistem Bisnis Industri Fashion
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membuat platform yang menghubungkan ekosistem bisnis industri fashion yang terdiri dari suplier bahan baku, desainer, penjahit dan industri fashion dalam konsep yang dinamai "Fitting Room". Platform tersebut akan dibuat tahun ini sebagai salah satu wujud penerapan digitalisasi sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Selain mengintegrasikan supply chain industri fashion, melalui platform ini juga akan memberikan kemudahan kepada konsumen dalam membeli produk fashion sesuai dengan ukuran tubuhnya tanpa harus datang kepada penjahit," jelas Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin E Ratna Utarianingrum di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Ratna mengungkapkan, proyek percontohan tersebut bakal diuji coba dahulu kepada IKM fashion di Jawa Barat. "Kami berharap IKM fashion di kota lainnya juga dapat mengimplementasikan industri 4.0," ujarnya. Apalagi, industri fashion nasional mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya.

Kemenperin mencatat, Indonesia mengekspor produk fashion senilai USD14,29 miliar pada tahun 2018 atau meningkat 7,75% dari tahun 2017 yang hanya mencapai USD13,29 miliar. Hal ini disebut menunjukkan bahwa industri fashion Indonesia memiliki daya saing komparatif yang cukup tinggi di pasar internasional.

Selain itu, industri fashion turut mendorong pertumbuhan gemilang di sektor industri tekstil dan pakaian jadi pada triwulan I/2019, yang mencatatkan posisi tertinggi dengan capaian 18,98%. Kinerja ini melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07% di periode yang sama.

Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, pemerintah menyadari produk IKM Indonesia memiliki pasar yang terus meningkat. Karena itu, para penggiat IKM termasuk sektor fashion menjadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global.

"Untuk itu, Kemenperin terus berupaya mengembangkan IKM melalui berbagai program, antara lain peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin atau peralatan serta promosi dan pameran batik di dalam dan luar negeri," paparnya.

Gati menambahkan, guna meningkatkan akses pasar bagi pelaku IKM, Kemenperin memiliki program e-Smart IKM yang menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace. Melalui program e-Smart ini produk IKM di dorong untuk memasuki pasar online, sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas karena dapat diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.

"Kami juga mendorong agar para pelaku IKM untuk memperoleh berbagai fasilitas pembiayaan seperti KUR, dan lembaga pembiayaan perbankan atau non perbankan lainnya untuk memperkuat struktur modalnya. Dengan demikian, diharapkan IKM nasional dapat tumbuh signifikan dan daya saingnya meningkat," imbuhnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Rendah, Konsumsi Fesyen...
Rendah, Konsumsi Fesyen Muslim di Indonesia Hanya USD21 Miliar
Menperin Dukung Peningkatan...
Menperin Dukung Peningkatan Pendidikan Vokasi Industri
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Gandeng Marketplace,...
Gandeng Marketplace, Kemenperin Gairahkan Industri Kopi
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
21 menit yang lalu
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
35 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
1 jam yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
1 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
2 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
3 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved