Tom Lembong Sebut Perang Dagang Ubah Perilaku Investor

Selasa, 18 Juni 2019 - 17:24 WIB
Tom Lembong Sebut Perang...
Tom Lembong Sebut Perang Dagang Ubah Perilaku Investor
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong meyakini perang dagang antara Amerika Serikat (AS) versus China telah mengubah perilaku investor. Ketidakpastian global dari perang dagang yang tak kunjung usai memunculkan tren kalangan investor untuk melakukan diversifikasi lokasi di banyak wilayah, menghindari lokasi terlalu berpusat di satu kawasan.

"Tanpa menyebut nama, katakanlah seandainya ada sebuah perusahaan internasional yang membuka kebanyakan pabrik atau terlalu berkonsentrasi di negara tertentu, kemudian negara itu dipilih menjadi target 'berantem' nya Donald Trump. Itu merupakan sebuah risiko yang harus ditanggapi, maka dari itu tren ini muncul sebagai bentuk kesadaran para investor," ujar Tom Lembong di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Menurut Tom Lembong masih cukup banyak negara yang bermasalah dengan stabilitas politik, makro ekonomi, ditambah banyak negara-negara yang mata uangnya anjlok sampai 50%. "Sementara Indonesia tidak ada blunder yang signifikan, tidak ada fluktuasi atau volatilitas yang berlebihan. Kita stabil, rasional, dan pelan-pelan reformis di tengah ketidakpastian global, sehingga Indonesia seperti oasis stabilitas dan akal sehat di kondisi global yang tidak stabil ini," paparnya.

Lebih lanjut, Ia menekankan pemerintah bakal tetap melanjutkan jurus-jurus insentif sebagai upaya menarik para pemilik modal untuk menanamkan uangnya di Tanah Air. Sebut saja tax holiday dan tax allowance, ditambah dengan gagasan para menteri yaitu super deduction.

"Ini saatnya tim ekonomi Presiden merumuskan gagasan baru yang bisa mendorong secara signifikan. Tentunya harus melihat realita di pasar, apa yang sedang trending," imbuhnya.

Sambung dia menekankan "saya berani mengestimasi bahwa dalam 6 bulan ini, OSS akan stabil terlebih dengan adanya perhatian dari Presiden yang langsung cek ke lapangan. Dengan demikian, tidak menjadi alasan bagi orang untuk menyalahkan OSS dalam berinvestasi".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
4 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
4 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
4 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
4 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
5 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved