Komitmen Kelola APBN Sehat, Sri Mulyani Akui Green Finance Belum Ideal

Rabu, 26 Juni 2019 - 11:54 WIB
Komitmen Kelola APBN...
Komitmen Kelola APBN Sehat, Sri Mulyani Akui Green Finance Belum Ideal
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan, bahwa green bond yang diterbitkan pemerintah sejak 2018 lalu banyak diminati para investor internasional. Hanya saja, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini tak memungkiri bahwa green bond yang diterbitkan oleh Indonesia belum benar-benar sesuai dengan yang diharapkan.

"Meskipun minat para investor internasional cukup tinggi, green bond yang diterbitkan Indonesia sejak tahun 2018 dan dilanjutkan pada 2019 belum benar-benar green. Dari portofolio pembelinya, 21% dibeli oleh green investor dan 79% persen dibeli oleh investor reguler," ujar Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip dalam akun instagramnya, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Hal ini disampaikan saat dirinya menjadi panelis dalam seminar bertajuk 'Sustainable Finance and Development in Emerging Markets: Challenges and Opportunities' di London, Inggris. Dalam kesempatan tersebut dia menyatakan bahwa pemerintah dan perusahaan swasta berkomitmen melakukan pembangunan berkelanjutan melalui APBN serta dengan skema green finance.

Menurutnya, preferensi pembeli dan dihubungkan dengan proyeknya, green bond Indonesia belum benar-benar menggambarkan sebagai green bond. Pasalnya dari portofolio pembelinya, hanya 21% yang dibeli oleh green investor, sedangkan sisanya masih dibeli oleh investor konvensional. "Oleh karena itu, partisipasi swasta yang dikaitkan dengan preferensi pembeli dan direfleksikan dengan harga memiliki sinyal yang kuat," katanya

Sebagai informasi, dalam Panelis lainnya adalah H.E. Mamuka Bakhtadze (Prime Minister, Georgia), Sonja Gibbs (Managing Director, Global Policy Initiatives, Institute of International Finance), Jingdong Hua (Vice President & Treasurer, The World Bank), Mary L. Schapiro (Vice Chair of Global Public Policy, Bloomberg), Mrs. Zainab Shamsuna Ahmed (Former Minister of Finance, Nigeria) dan yang terakhir Yerlan Syzdykov (Global Head of Emerging Markets, Amundi Asset Management). Bertindak sebagai moderator adalah Francine Lacqua dari Bloomberg Television.

Penerbitan Green Bond atau Sukuk Hijau merupakan salah satu komitmen Indonesia untuk SDGs terkait isu perubahan iklim atau terkait dengan isu lingkungan seperti energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, pengelolaan limbah, dan bangunan hijau. Tahun 2019, Indonesia menerbitkan Sukuk Hijau senilai USD750 juta selain sukuk jenis lainnya sebesar USD1,25 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Ekonom: Defisit APBN...
Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Awas, Pelebaran Defisit...
Awas, Pelebaran Defisit Anggaran Akan Sedot Uang Publik dan Utang Membengkak
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Arah Belanja Tahun Depan yang Tembus Rp3.304 Triliun
Sah! RAPBN 2023 Jadi...
Sah! RAPBN 2023 Jadi Undang-undang: Belanja Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
1 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
2 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
2 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
3 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
3 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
4 jam yang lalu
Infografis
Tips Sehat supaya Asam...
Tips Sehat supaya Asam Urat Tidak Ganggu saat Mudik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved