Sri Mulyani Ungkap Tantangan Mewujudkan Green Finance

Rabu, 26 Juni 2019 - 15:47 WIB
Sri Mulyani Ungkap Tantangan...
Sri Mulyani Ungkap Tantangan Mewujudkan Green Finance
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui green bond yang diterbitkan Indonesia sejak tahun 2018 dan 2019 belum benar-benar green. Menurutnya agar bisa menarik minat para investor green bond format compliance dan format pelaporannya harus disimplifikasi.

Selain itu, Menkeu menekankan pentingnya regulasi dan melihat ke tempat lain bagaimana membuat instrumen. "Kami mengajak pihak swasta untuk bisa mendorong pasar. Oleh karena itu, partisipasi swasta dikaitkan dengan preferensi pembeli dan direfleksikan dengan harga yang memiliki sinyal kuat," ujar Sri Mulyani, Rabu (26/6/2019).

Diterangkan olehnya dari portofolio pembeli, 21% green bond dibeli oleh green investor. Sementara sisanya 79% dibeli oleh investor reguler. Hal tersebut diungkapnya pada Seminar Sustainable Finance and Development in Emerging Markets: Challenges and Opportunities yang diselenggarakan oleh Bloomberg Emerging + Frontier Forum 2019 di London.

Pada kesempatan tersebut, investor mendorong Kementerian Keuangan (Kemekeu) untuk mengeluarkan lagi green bond. Namun, dari beberapa pertemuan ada pertanyaan terkait bottom line dari keuangannya.

Meskipun penerbitan green bond di investor lokal sangat membanggakan, Menkeu harus bisa meyakinkan manajer investasi internasional terkait pertanyaan ke negara mana sebaiknya investasi dan untuk instrumen apa. Hal Ini menjadi critical. "Harga memegang peran penting, tetapi stabilitas negara memegang peran yang tidak kalah penting dalam carbon market, dan carbon price," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Ekonom: Defisit APBN...
Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Awas, Pelebaran Defisit...
Awas, Pelebaran Defisit Anggaran Akan Sedot Uang Publik dan Utang Membengkak
Sri Mulyani Beberkan...
Sri Mulyani Beberkan Arah Belanja Tahun Depan yang Tembus Rp3.304 Triliun
Sah! RAPBN 2023 Jadi...
Sah! RAPBN 2023 Jadi Undang-undang: Belanja Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Berita Terkini
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
44 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
2 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
2 jam yang lalu
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
3 jam yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
3 jam yang lalu
Infografis
Menko Polkam Ungkap...
Menko Polkam Ungkap 8,8 Juta Orang Terlibat Judi Online
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved