Hipmi Dituntut Dongkrak Jumlah Pengusaha Baru di Indonesia

Kamis, 27 Juni 2019 - 21:41 WIB
Hipmi Dituntut Dongkrak...
Hipmi Dituntut Dongkrak Jumlah Pengusaha Baru di Indonesia
A A A
JAKARTA - Ketangguhan perekonomian sebuah negara, salah satu indikatornya bisa dilihat dari rasio jumlah pengusaha dengan penduduknya. Rata-rata negara maju yang memiliki ekonomi stabil, memiliki rasio 14% pengusaha dari jumlah penduduknya. Sementara posisi Indonesia dalam hal rasio jumlah pengusaha masih rendah, meski kabarnya dari tahun ke tahun memiliki tren naik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia naik dari 1,56% pada 2014 menjadi 3,1% dari jumlah penduduk pada akhir 2016. Pihak Kemenkop dan UKM sendiri yakin akhir 2019, target 5% rasio jumlah pengusaha akan mampu dicapai.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa kesempatan menekankan, Indonesia harus mampu menembus 14% rasio jumlah pengusaha. Dia berharap semua pihak bisa berkolaborasi agar jumlah ideal pengusaha bisa tercapai.

Menanggapi tekad pemerintah pusat, calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Mardani H Maming mengatakan, jika terpilih menjadi pucuk pimpinan Hipmi akan berusaha keras meningkatkan jumlah pengusaha dan melahirkan konglomerat baru.

"Pengusaha di Indonesia setiap tahun memang mengalami peningkatan, tapi banyak juga yang tidak bisa bertahan di dalam dunia usaha. Di sinilah pentingnya para pengusaha muda yang baru memulai usaha ini, harus dirangkul dan dibimbing agar bisa bertahan dan tidak mudah menyerah," kata Mardani dalam keterangan resmi, Kamis (27/6/2019).

Untuk itulah, Mardani bertekad menjadikan Hipmi mampu mengambil peran secara aktif untuk mendorong jumlah pengusaha di Tanah Air bisa terkerek naik.

"Hipmi bukan hanya sekadar wadah bagi pengusaha di Indonesia, tapi dari sinilah kami persiapkan para gerenasi yang baru untuk menjadi pengusaha dan terus meningkatkan kualitas pengusaha Indonesia dengan program-program yang kita siapkan. Tekadnya, kami mau konglomerat-konglomerat baru bisa lahir kembali dari Hipmi," harap Mardani.

Mardani juga menjelaskan, saat ini banyak startup Unicorn yang saling bersaing lahir bukan dari Hipmi. Anggota Hipmi juga tidak sedikit yang gagal bersaing dalam dunia usaha.

"Salah satunya kita berharap dapat melahirkan konglomerat baru yang artinya Hipmi berhasil memberikan dampak terhadap perekonomian nasional," tutur Mardani.

Dia juga mengajak calon pengusaha untuk melirik sektor industri ekonomi kreatif. Karena sektor ini mampu menjadi industri penting untuk menopang perekonomian bangsa.

"Sektor ekonomi kreatif ini sangat penting. Pemerintah harus serius memberikan insentif dan akses permodalan kepada para pelaku ekonomi kreatif yang tidak bankable. Dalam hal ini, pemerintah harus hadir di sektor yang sangat strategis ini," ucapnya.

Jika ekonomi kreatif ini difokuskan, kata Mardani, kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia juga bisa meningkat. Sehingga dapat menciptakan produk lokal berkualitas yang berdaya saing tinggi. "Kita tidak boleh kalah dengan negara luar," tandasnya.

Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi ini juga mengatakan dengan ekonomi kreatif banyak sekali dampak yang akan tercipta yaitu membuka lapangan pekerjaan baru dan menekan angka pengangguran.

"Selain membuka lapangan pekerjaan, industri ini menciptakan pola pikir pengusaha menjadi kreatif, kompetisi dunia bisnis yang lebih sehat dan meningkatkan inovasi di berbagai sektor. Ke depan, kita akan terus lahirkan dan maju bersama para pelaku ekonomi kreatif di Hipmi," tegas Mardani.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akbar Buchari Resmi...
Akbar Buchari Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI Periode 2022-2025
Refleksi Peran Wirausaha...
Refleksi Peran Wirausaha Bangun Bangsa, HIPMI Dorong 10 Juni Jadi Hari Kewirausahaan Nasional
Bursa Calon Ketum HIPMI,...
Bursa Calon Ketum HIPMI, Akbar Buchori Dapat Dukungan dari Bobby Nasution
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Jelang Musdalub Hipmi...
Jelang Musdalub Hipmi DIY, Pendaftaran Calon Ketua Umum Dibuka
HIPMI Punya Pemimpin...
HIPMI Punya Pemimpin Baru, Begini Pesan Bahlil Lahadalia
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
27 menit yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved