Kementerian PUPR Tuntaskan Pembangunan Rusunawa Pasar Rumput

Rabu, 03 Juli 2019 - 23:20 WIB
Kementerian PUPR Tuntaskan...
Kementerian PUPR Tuntaskan Pembangunan Rusunawa Pasar Rumput
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR terus meningkatkan ketersediaan hunian layak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui pembangunan hunian vertikal atau rumah susun (rusun). Periode 2015-2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun rusun berjumlah 728 tower dengan total 44.893 unit.

Untuk tahun 2019, ditargetkan pembangunan mencapai 137 tower atau 6.873 unit. Sehingga total rumah susun yang terbangun pada tahun 2015-2019 menjadi 865 tower atau 51.766 unit.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan rusun diperuntukkan untuk MBR, mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan POLRI.

Hal ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni bagi MBR. "Tinggal di rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman," kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Rabu (3/7/2019).

Diantara sejumlah rusunawa yang dibangun yaitu pembangunan rusun untuk MBR di perkotaan yakni Rusun Sewa Pasar Rumput di Jakarta. Rusun yang dibangun merupakan rusun tingkat tinggi dengan 25 lantai sebanyak tiga tower.

Rusunawa Pasar Rumput yang berlokasi tidak jauh dari Terminal Manggarai merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan ibukota. Dengan demikian, MBR di Provinsi DKI Jakarta yang benar-benar membutuhkan hunian yang layak dapat menempati hunian vertikal tersebut.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid, mengatakan Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan bangunan inti dan fasilitas pendukung seperti kios untuk para pedagang Pasar Rumput. Saat ini, tengah dilakukan proses finishing bangunan seperti penataan di bagian halaman sehingga ke depan, rusunawa tersebut tampak lebih asri dan nyaman untuk ditempati.

Khalawi menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menertibkan tempat penampungan sementara yang digunakan para pedagang di Pasar Rumput. Rencananya lokasi tersebut akan dijadikan halaman dan penataan landscape dari rusunawa yang sudah selesai dibangun.

"Progres pembangunannya sudah mencapai 98,8%. Tinggal sedikit lagi selesai dan hal itu adalah penataan taman di bagian halaman depan rusunawa," kata Khalawi saat melakukan kunjungan lapangan ke Rusunawa Pasar Rumput di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Khalawi menambahkan, bangunan Rusunawa Pasar Rumput sudah siap untuk diresmikan. Rencananya peresmian akan dilakukan Presiden Jokowi pada bulan Agustus mendatang. Setelah pembangunan rusunawa selesai dan diresmikan, selanjutnya akan diserahterimakan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk dikelola lebih lanjut.

"Kami tengah melakukan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan PD Pasar Jaya agar bangunan ini bisa segera diresmikan oleh Presiden. Sehingga, para pedagang bisa segera menempati hunian vertikal tersebut dan bisa berdagang di kios yang telah kami sediakan," harapnya.

Berdasarkan data yang ada, Rusunawa Pasar Rumput dibangun Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR sejak tahun 2016 lalu. Rusunawa ini dibangun sebanyak tiga tower setinggi 25 lantai.

Perencana pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dikerjakan oleh PT Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan konsultan PT Ciria Jasa Cipta Mandiri. Nilai kontrak pembangunan Rusunawa Pasar Rumput sebesar Rp961,367 miliar. Rusunawa ini akan memiliki jumlah unit hunian sebanyak 1.984 unit dan 1.314 kios.

Rusunawa Pasar Rumput ini nantinya digunakan sebagai tempat tinggal MBR di Jakarta. Pembangunan hunian vertikal tersebut memiliki konsep mixed use, dimana bagian bawah digunakan sebagai tempat berdagang dan dibagian atas sebagai tempat hunian masyarakat beserta prasarana pendidikan untuk anak-anak.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Program Sejuta...
Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 601.637 Unit hingga Oktober 2020
Program Sejuta Rumah...
Program Sejuta Rumah Stagnan di Angka 200 Ribu Unit, Optimisme Belum Luntur
PUPR Bentuk 19 Balai...
PUPR Bentuk 19 Balai Perumahan untuk Dorong Program Sejuta Rumah
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
PUPR: Realisasi Program...
PUPR: Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 856.758 Unit
Program Sejuta Rumah...
Program Sejuta Rumah Capai 215.662 Unit per 11 Mei
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
42 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
45 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved