Mardiasmo Minta Pembangunan Daerah Tidak Mengandalkan Dana APBN

Kamis, 11 Juli 2019 - 18:04 WIB
Mardiasmo Minta Pembangunan...
Mardiasmo Minta Pembangunan Daerah Tidak Mengandalkan Dana APBN
A A A
JAKARTA - Pembangunan nasional belum merata dan masih terpusat di Jawa. Untuk itu, pemerintah terus meningkatkan pemerataan pembangunan di daerah. Sayangnya, pemerataan ini terbentur keterbatasan pembiayaan.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, berharap pembangunan dan pemerataan di daerah bisa menggunakan instrumen pembiayaan dari BUMN ataupun swasta. Sehingga daerah tidak hanya bergantung dari dana transfer Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Pendapatan daerah yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur masih sangat bergantung dari dana transfer APBN. Dana transfer pada 2019 mencapai Rp826,77 triliun atau 38% dari APBN," terang Mardiasmo dalam lokakarya "Mencari Pola Sinergi Pengembangan Pembangunan" di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Mardiasmo menambahkan ketergantungan dari sumber APBN membuat pembangunan di daerah masih terbatas dan pertumbuhan ekonomi masih terpusat di Jawa, sehingga pemerataan wilayah di seluruh Indonesia belum terbangun seluruhnya.

"Dengan ketergantungan daerah atas dana transfer dari pemerintah pusat, maka dapat kita ketahui dalam memaksimalkan pembangunan dan pemerataan pertumbuhan di Indonesia, tidak akan cukup jika kita hanya menggunakan APBN dan APBD," ujarnya.

Karena itu, ujar Mardiasmo, instrumen pembiayaan lain berupa investasi dari BUMN maupun swasta sangat diperlukan sebagai penopang untuk pembiayaan proyek-proyek prioritas infrastruktur unggulan, terutama di daerah.

"Seluruh pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta, maupun pihak-pihak lain perlu bersinergi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan tersebut," ujarnya.

Selama ini, pemerintah menjalankan kebijakan kerja sama pendanaan yang tidak hanya berasal dari APBN atau APBD yaitu dari pinjaman daerah, penerusan pinjaman dari luar negeri kepada pemda dan BUMN, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), Pembiayaan Investasi Non-Anggaran (PINA) serta kredit Ultra Mikro.

Kerja sama investasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta di berbagai proyek juga telah dilakukan di antaranya untuk pembangunan Bandara Kertajati, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, dan pemberdayaan masyarakat kecil melalui pemberian Pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Dengan kondisi ini, pemerintah mengharapkan adanya kerja sama investasi yang makin meningkat untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi agar tercipta peningkatan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat serta pengembangan usaha mikro di daerah.

Pemerintah juga akan menerbitkan revisi Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah yang dapat menjadi payung hukum atas inovasi dan kerja sama pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan pihak swasta.

Diharapkan inovasi dan skema investasi baru yang diatur dalam revisi PP No. 1 Tahun 2008, akan dapat tercipta pembangunan infrastruktur di daerah yang selama ini belum terjangkau melalui skema investasi terdahulu, seperti APBN maupun APBD.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lapor Bu Sri Mulyani,...
Lapor Bu Sri Mulyani, Duit Pinjaman Daerah Dipakai Pejabat Buat Beli Mobil
Sri Mulyani Perkuat...
Sri Mulyani Perkuat Tata Kelola dan Dukung Pendanaan Perubahan Iklim di Daerah
Kemenkeu Tunda Penyaluran...
Kemenkeu Tunda Penyaluran DAU Sejumlah Daerah
Ada Dana Rp15 T untuk...
Ada Dana Rp15 T untuk Pinjaman PEN Daerah, Baru DKI dan Jabar yang Ajukan
Kemendagri Sebut Tinggal...
Kemendagri Sebut Tinggal Satu Daerah Belum Laporkan Realokasi Anggaran
Buka Pintu Titip Uang...
Buka Pintu Titip Uang Negara ke Bank Swasta dan Daerah, Sri Mulyani Godok Aturan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved