Sektor Industri Ini Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia dan Uni Emirat Arab

Kamis, 25 Juli 2019 - 20:21 WIB
Sektor Industri Ini...
Sektor Industri Ini Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia dan Uni Emirat Arab
A A A
JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama dalam upaya pengembangan sektor industri. Langkah sinergi ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“MoU ini akan menjadi payung kerja sama dalam kegiatan pengembangan sektor industri potensial bagi kedua negara,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Dia mengatakan, sektor-sektor manufaktur yang akan dikembangkan, antara lain industri berbasis agro, industri logam dan permesinan, industri kimia, serta industri kecil dan menengah (IKM). “Komoditas CPO, makanan dan minuman, serta pulp dan kertas, menduduki peringkat 10 besar komoditas ekspor dari Indonesia ke UEA,” ungkap Airlangga.

Potensi kerja sama di sektor industri agro, khususnya terkait pulp dan kertas, terbuka dengan beroperasinya Al-Nakheel selaku industri baru yang memproduksi tisu di Abu Dhabi.

Sedangkan, di sektor industri logam dan permesinan, peluang kolaborasi dengan Indonesia ditopang adanya Ashok Leyland dan Ras Al Khaimah yang telah membangun industri kendaraan pertama dan terbesar di UEA. “Bahkan, mereka punya sektor jasa industri khususnya pemeliharaan pesawat, yakni Advanced Military Maintenance Repair and Overhaul Center (AMMRROC),” sebutnya.

Pada sektor industri kimia, UEA menduduki posisi ketiga terbesar setelah Saudi Arabia dan Qatar untuk pengembangan industri petrokimia di kawasan Timur Tengah. Potensi ini sejalan dengan program pemerintah Indonesia yang sedang fokus menggenjot daya saing industri kimia, seiring implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang menyiapkan sektor manufaktur mampu memasuki era industri 4.0.

“Di samping itu, sektor IKM merupakan kegiatan bisnis yang menguasai hingga 95% dari total sektor industri yang berpusat di Kota Dubai. Sektor IKM juga menciptakan sekitar 43% lapangan pekerjaan di kota tersebut,” imbuhnya.

Menperin menambahkan, kerja sama lainnya yang akan melibatkan lintas sektor bagi RI-UEA, antara lain pengembangan mengenai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) sebagai pelaksanaan industri 4.0, pembiayaan ekspor untuk industri, sertifikasi dan standarisasi halal, serta pendidikan dan pelatihan vokasi.

Adapun aktivitas kerja sama yang bakal dilakukan kedua belah pihak, di antaranya adalah bertukar informasi kebijakan, melakukan studi bersama, memacu kinerja perdagangan, mendorong investasi, menyelenggarakan temu bisnis, serta meningkatkan kapasitas pelaku industri dan kesempatan kerja.

Pada kurun waktu tiga tahun terakhir, total investasi UEA di Indonesia mencapai USD172 juta dalam 234 proyek. Dari keseluruhan nilai investasi tersebut, sektor manufaktur yang ikut menyuntik dananya antara lain industri kimia dan farmasi serta industri makanan.

“Apabila melihat performa investasi UEA di Indonesia per tahunnya, tren pada tahun 2018 menunjukkan peningkatan investasi yang tajam dalam sektor manufaktur, khususnya industri kimia dan farmasi,” tandasnya.

Dalam kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan kali ini, ada beberapa komitmen peningkatan investasi UEA di Indonesia. Ini tertuang dalam penandatanganan tiga kerja sama investasi dengan total nilai USD9 miliar.

Kerja sama itu terkait Refinery Development Master Plan (RMDP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemudian pengembangan industri petrokimia melalui proyek Chandra Asri Perkasa 2 (CAP 2), serta perluasan Pelabuhan Kontainer Internasional yang berlokasi di Kawasan Industri Maspion 5 di Manyar-Gresik, Jawa Timur.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
Imbas Covid-19, Menperin...
Imbas Covid-19, Menperin Sebut Pertumbuhan Industri Hanya Berkisar 0,7%
Ekspor Naik 10%, Industri...
Ekspor Naik 10%, Industri Manufaktur Masih Kuat Hadapi Pandemi Covid-19
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
31 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
Serupa tapi Tak Sama,...
Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan antara Pilek dan Flu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved