USD Perkasa Jelang Keputusan Fed, Rupiah Oleng ke Rp14.020
Senin, 29 Juli 2019 - 17:32 WIB
USD Perkasa Jelang Keputusan Fed, Rupiah Oleng ke Rp14.020
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih sakit melawan dolar Amerika Serikat (USD). Data Bloomberg mencatat rupiah pada Senin (29/7/2019), ditutup oleng 12 poin atau 0,08% ke level Rp14.020 per USD, berbanding penutupan Jumat di Rp14.008 per USD.
Awal perdagangan, rupiah dibuka rebound 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.998 per USD. Namun, laju rupiah beranjak melemah hingga penutupan dagang. Sepanjang Senin ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.998-Rp14.023 per USD.
Pelemahan rupiah juga tercatat di data Yahoo Finance pada Senin petang ini. Mata uang kecintaan kita, terdepresiasi 16 poin alias 0,11% menjadi Rp14.015, berbanding penutupan Jumat di Rp13.999. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.999-Rp14.112 per USD.
Dolar AS bertahan di level tertinggi dua bulan, menjelang rapat The Fed soal penurunan suku bunga AS untuk pertama kalinya setelah lebih 10 tahun, pasca krisis keuangan 2008. Dolar juga mendapat tambahan munisi dari meningkatnya ketidakpastian Brexit, sehingga melempar poundsterling Inggris ke level terendah dalam 28 bulan.
Melansir dari Reuters, sebagain besar investor berharap The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin pada rapat Rabu mendatang. Langkah ini dipandang sebagai langkah pre-emptive untuk melindungi ekonomi dari ketidakpastian global dan tekanan perdagangan imbas konflik dagang.
"Semua investor menarik perhatiannya pada The Fed, apakah AS akan memasuki siklus pemotongan suku bunga. Karena meski PDB AS melambat namun masih lebih kuat dari perkiraan," kata Kyosuke Suzuki, direktur valuta asing di Societe Generale.
Hasil ini membuat indeks USD menguat dalam sesi penutupan perdagangan Asia, ke level 97,919, setelah berada di level tertinggi dua bulan di 98,093 pada Jumat lalu. Euro melemah ke USD1,1131 dan poundsterling Inggris melemah 0,3% menjadi USD1,2335.
Awal perdagangan, rupiah dibuka rebound 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.998 per USD. Namun, laju rupiah beranjak melemah hingga penutupan dagang. Sepanjang Senin ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.998-Rp14.023 per USD.
Pelemahan rupiah juga tercatat di data Yahoo Finance pada Senin petang ini. Mata uang kecintaan kita, terdepresiasi 16 poin alias 0,11% menjadi Rp14.015, berbanding penutupan Jumat di Rp13.999. Hari ini, rupiah bergerak di Rp13.999-Rp14.112 per USD.
Dolar AS bertahan di level tertinggi dua bulan, menjelang rapat The Fed soal penurunan suku bunga AS untuk pertama kalinya setelah lebih 10 tahun, pasca krisis keuangan 2008. Dolar juga mendapat tambahan munisi dari meningkatnya ketidakpastian Brexit, sehingga melempar poundsterling Inggris ke level terendah dalam 28 bulan.
Melansir dari Reuters, sebagain besar investor berharap The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin pada rapat Rabu mendatang. Langkah ini dipandang sebagai langkah pre-emptive untuk melindungi ekonomi dari ketidakpastian global dan tekanan perdagangan imbas konflik dagang.
"Semua investor menarik perhatiannya pada The Fed, apakah AS akan memasuki siklus pemotongan suku bunga. Karena meski PDB AS melambat namun masih lebih kuat dari perkiraan," kata Kyosuke Suzuki, direktur valuta asing di Societe Generale.
Hasil ini membuat indeks USD menguat dalam sesi penutupan perdagangan Asia, ke level 97,919, setelah berada di level tertinggi dua bulan di 98,093 pada Jumat lalu. Euro melemah ke USD1,1131 dan poundsterling Inggris melemah 0,3% menjadi USD1,2335.
(ven)