Temui KEIN, ITB Ahmad Dahlan Minta Cukai Rokok Dinaikkan

Kamis, 01 Agustus 2019 - 09:10 WIB
Temui KEIN, ITB Ahmad...
Temui KEIN, ITB Ahmad Dahlan Minta Cukai Rokok Dinaikkan
A A A
JAKARTA - Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta melalui Center of Human and Economic Development (CHED) mengadakan pertemuan dengan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Rabu 31 Juli 2019. Dalam pertemuan tesebut, pihak ITB-AD disambut langsung oleh Ketua KEIN Soetrisno Bachir beserta anggota KEIN lainnya.

Dalam kesempatan itu ITB-AD menyampaikan banyak hal terkait dengan dampak rokok terhadap masyarakat dan ekonomi Indonesia yang selama ini memang menjadi fokus CHED melalui program Ahmad Dahlan Tobacco Control (ADTC).

“Kami menilai bahwa pengendalian tembakau/rokok adalah tanggung jawab negara untuk melindungi dampak buruk yang ditimbulkan oleh rokok kepada masyarakat. Dampak buruk yang tidak hanya penyakit kronis dan kematian, namun dampak buruk rokok menggerogoti pendapatan pada ekonomi rumah tangga miskin dan hampir miskin di Indonesia,” ujar Head of Center of Human and Economics Development ITB-AD Roosita Meilani Dewi, seusai pertemuan di Hesa Room Pullman Hotel Thamrin, Jakarta.

Lebih lanjut Roosita Meilani Dewi mengatakan, secara ekonomi dan industri terjadi ketidakseimbangan iklim industri dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sehingga terjadi penggerogotan pendapatan rakyat untuk keuntungan industri rokok.

"Dari sisi pertanian, industri rokok sudah memberikan dampak negatif terhadap lingkungan pertanian dan rantai perdagangan yang menjerat petani gurem, yang diuntungkan hanya para tengkulak. Dari sisi pekerja pada industri rokok tidak memberikan upah minimum regional sesuai hak tenaga kerja. Selain itu, membayahakan generasi masa depan bangsa Indonesia, terutama pada masyarakat miskin dan hampir miskin,” tukasnya.

Menurut Roosita, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterpaparan rokok pada masyarakat menengah dan miskin karena harga dan pajak rokok yang masih terjangkau, bahkan anak SD. Sehingga mendorong anak-anak perokok untuk terus merokok, dan mendorong anak yang berhenti merokok untuk kembali merokok.

“Hasil penelitian kami jika rokok tidak dinaikkan harga dan pajaknya maka sampai tahun 2038 Indonesia tidak akan bisa lepas dari jerat kemiskinan, meskipun sudah ada instrument bantuan sosial,” terangnya.

Pihaknya sangat berharap KEIN-RI untuk mendukung upaya stabilitas industri dalam kerangka perlindungan hak atas ekonomi dan kesehatan masyarakat khususnya hak anak Indonesia untuk tumbuh dan berkembang jauh dari pengaruh buruk produk tembakau, yaitu rokok.

“Kami mendorong KEIN memberikan masukan kepada pemerintah agar mengontrol dan mengevaluasi kembali industri rokok. Kami juga mendorong untuk dilakukannya simplifikasi layer rokok sesuai penggolongan industri pada Kementerian Perindustrian, dan menaikkan cukai rokok maksimal sehingga harga rokok tidak dapat terjangkau oleh masyarakat kurang mampu, serta tidak mendompleng industri rill lainnya," tutup Roosita.

Adapun KEIN memberikan tanggapan yang positif dan mendukung usulan CHED ITB-AD tentang simplifikasi layer cukai tembakau dan tarif cukai dinaikkan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Simplifikasi Cukai Rokok...
Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Memuat Kepentingan Asing
Elemen Industri Rokok...
Elemen Industri Rokok Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai di 2023
Kenaikan Cukai Rokok...
Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Matikan Industri Rokok Kecil
Rokok Murah Makin Marak,...
Rokok Murah Makin Marak, Ini Biang Keladinya
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Dinilai Ganggu Ekonomi...
Dinilai Ganggu Ekonomi Masyarakat, Kenaikan Cukai Rokok Diminta Setop
Berita Terkini
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
47 menit yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
1 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
1 jam yang lalu
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
2 jam yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
3 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
3 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved