20 Tahun Usia yang Menentukan Kesuksesan Seseorang

loading...
20 Tahun Usia yang Menentukan Kesuksesan Seseorang
20 Tahun Usia yang Menentukan Kesuksesan Seseorang
LONDON - Bagaimana orang bisa mencapai kesuksesan luar biasa? Jawaban umumnya, mereka sukses karena kerja keras dan tak berhenti melewati rintangan maupun tantangan sepanjang hidupnya. Tapi di balik perjalanan yang dilalui, ada satu fase yang sangat menentukan perjalanan hidup selanjutnya hingga menjadi sukses.

Fase dimaksud adalah saat menapaki usia 20 tahun. Apa yang mereka lakukan saat itu dan pengalaman apa yang diperoleh akan membentuk karakternya, apakah karakter yang mendukung kesuksesan atau kegagalan. Fakta ini bisa diverifikasi pada individu-individu yang saat ini bisa disebut pada rantai teratas kesuksesan, baik sebagai pengusaha, awak pemerintahan, artis, olahragawan maupun lainnya. Pada usia 20 tahunan mereka sudah melakukan kegiatan bersifat positif, merencanakan masa depan, dan membangun karakter unggul.

Mereka yang dimaksud itu antara lain Bill Gates, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Richard Branson, Elon Musk, Warren Buffett, Mark Cuban. Dua pemimpin nasional—Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)—juga memupuk kegiatan positif yang berpengaruh pada masa depannya. Bill Gates, misalnya. Pendiri Microsoft yang berstatus sebagai salah satu orang terkaya di dunia ini memang sudah mulai menyukai komputer pada usia 13 tahun saat mengikuti persiapan sekolah di Seattle. Di sana dia menulis kode komputer untuk tic-tac-toe. Dia kemudian bertemu dengan Paul Allen dan mendirikan Microsoft. Saat kuliah di Universitas Harvard, Gates memutuskan keluar pada usia 20 tahun dan fokus ke Microsoft.

Keputusannya itu kini menjadikannya miliarder. Perjuangan keras juga ditunjukkan Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon. Pada usia 20 tahun dia memulai karier profesionalnya sebagai pelayan di McDonald. Saat itu pekerjaan yang dilakukan Bezos pun dikategorikan tidak terlalu berprestasi. “Minggu pertama saya bekerja di McDonald, saya mengurus kecap,” ujar Bezos. Dia juga mengaku kerap bertindak sebagai petugas kebersihan. “Saya juga pernah menjadi pemanggang daging, tetapi tidak pernah bekerja sebagai kasir,” tuturnya. Tak kalah menarik adalah Mark Zuckerberg yang semasa remajanya ternyata memang sudah getol menghabiskan waktunya mengembangkan program komputer.



Pada usia 12 tahun Zuckerberg sudah terbiasa mengunakan Atari BASIC sebuah bahasa pemrograman untuk menciptakan aplikasi pesan yang disebut dengan “Zucknet”. Pada awal masa remaja di sekolah menengah, Zuckerberg membuat program lain yang disebut dengan Synapse, program yang bisa mempelajari selera musik orang. Microsoft memberikan tawaran untuk membeli program tersebut senilai USD1 juta, tetapi dia menolak tawaran tersebut. Saat duduk di bangku sekolah menengah, dia juga belajar membaca bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani sebelum akhirnya dia diterima di Universitas Harvard. Facebook lahir setelah dia didekati oleh Winklevoss. Zuckerberg membuat program itu selama satu pekan.

Pada usia sekitar 20 tahunan dia berani memutuskan untuk keluar dari kampus dan mendedikasikan hidupnya untuk membangun Facebook. Pengusaha yang selalu berinovasi dan terkenal selanjutnya adalah Richard Branson. Pendiri Virgin Group tersebut memiliki lebih dari 200 perusahaan pada lebih dari 30 negara. Dia mulai mendirikan perusahaan pertamanya pada usia 17 tahun setelah dinyatakan keluar dari sekolah pada usia 16 tahun. Menginjak usia 20 tahunan dia semakin serius berbisnis dan mendirikan majalah budaya anak bernama Student yang mematok iklan senilai USD8.000 untuk edisi pertamanya.

Dua tahun kemudian Branson mulai menjual album melalui surat yang lalu diubahnya menjadi toko kaset dan diubahnya lagi menjadi studio yang disebut dengan Virgin Records. Kemudian Elon Musk yang sukses dengan Paypal, Tesla Motors, dan SpaceX ternyata pernah bekerja sebagai teknisi peranti lunak di Google. Pada usia 17 tahun Musk pindah ke Kanada dan bergabung dengan Universitas Queen. Dia lalu belajar fisika dan bisnis di Universitas Pennsylvania. Dia pun mengambil kuliah fisika energi di Universitas Stanford dan memutuskan mundur sejak meledaknya bisnis internet pada 1990-an. Adapun Warren Buffett ternyata sudah suka dengan dunia investasi sejak usia 16 tahun.



Kala itu dia berhasil mendapatkan keuntungan USD53.000. Salah satu pekerjaan saat dia remaja adalah berkeliling mengantarkan koran The Washington Post kepada para pelanggan. Dia juga menjual bola golf. Dia pernah ditolak masuk Sekolah Bisnis Harvard hingga akhirnya dia kuliah di Sekolah Bisnis Columbia. Saat kuliah, dia juga bekerja sebagai staf penjualan investasi dan saham. Selebritas sukses yang merangkak dari bawa adalah Kim Kardashian West. Dia mengatur lemari para selebritas.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top