Wall Street Memanjat Lebih Dari 1% Usai China Intervensi Yuan

Rabu, 07 Agustus 2019 - 08:14 WIB
Wall Street Memanjat...
Wall Street Memanjat Lebih Dari 1% Usai China Intervensi Yuan
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Selasa, waktu setempat untuk mencetak rebound setelah aksi jual besar-besaran sehari sebelumnya. Sentimen pendukungan datang ketika China mulai mengambil langkah untuk menstabilkan Yuan, hingga mengurangi kekhawatiran bahwa mata uang akan menjadi senjata berikutnya dalam perang Dagang AS-China.

Intervensi China dimulai saat Departemen Keuangan AS memberikan label terhadap Beijing sebagai manipulator mata uang, lantaran dinilai membiarkan Yuan tergelincir dalam lebih dari satu dekade. "Ini sinyal dari pihak Cina bahwa mereka ingin menjaga Yuan. Tapi itu juga menunjukkan seberapa cepat hal dapat berubah," kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential keuangan di Newark, New Jersey.

Keuntungan datang sehari setelah saham AS mengalami penurunan dengan persentase terbesar seiring kemerosotan tajam mata uang China. Kemudian pihak Beijing bergerak untuk memperbaiki Yuan pada level yang sedikit lebih kuat dan penasehat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow komentar bahwa Presiden Donald Trump berencana untuk menjadi tuan rumah delegasi China untuk pembicaraan di bulan September.

Komentar tersebut sedikit banyak mengurangi kekhawatiran dari eskalasi lebih lanjut dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia. Indeks teknologi S&P yang mencakup perusahaan yang memiliki eksposur besar ke China selanjutnya mendapatkan dorongan besar untuk membuat indeks S&P naik 1,61%.

Dow Jones Industrial Average tercatat juga meningkat 311,78 poin atau 1,21% ke level 26.029,52 untuk kemudian diikuti raihan positif S&P 500 yang memperoleh tambahan sebesar 37,03 poin yang setara 1,30% untuk bertengger di posisi 2.881,77. Sementara komposit NASDAQ naik lebih tinggi 107,23 poin atau 1,39% menjadi 7.833,27.

Sedangkan saham Walt Disney (DIS. N) jatuh 2,6% setelah rilis hasil kuartalan. Selama sesi reguler, saham Apple Inc (AAPL. O) mencetak peningkatan 1,9% setelah kerugian besar belum lama ini, sedangkan indeks Philadelphia Semiconductor. SOX berangsur 1,28% lebih tinggi. Volume perdagngan bursa saham AS mencapai 7,93 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,91 miliar dalam sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
4 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
5 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
6 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
7 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
8 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved