Harmonisasi Insentif Fiskal Demi Genjot Daya Saing Industri

Senin, 12 Agustus 2019 - 19:41 WIB
Harmonisasi Insentif...
Harmonisasi Insentif Fiskal Demi Genjot Daya Saing Industri
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal konsisten mendukung peningkatan ekspor, investasi, dan daya saing industri. Hal itu seiring instruksi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang terus memberikaan insentif fiskal dan skema pajak untuk menggairahkan investasi.

Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan mengatakan, pemberian insentif fiskal dan pajak akan diberikan bagi industri yang mendukung pendidikan vokasi serta penelitian dan pengembangan.

"Kami pemerintah dalam mendesain kebijakannya harus lebih selektif. Insentif seharusnya diberikan untuk sektor-sektor yang memang mau didorong. Intinya pemerintah dalam memberikan insentif harus selektif," ujar Rofyanto di Gedung BI Jakarta, Senin (12/8/2019).

Salah satu contohnya, selektif dalam menentukan objek penerima insentif serta dengan hanya memberikan insentif untuk industri yang memiliki daya saing. Salah satunya memberikan insentif fiskal yang merata baik di pusat dan daerah.

"Harmonisasi pusat dan daerah itu sangat diperlukan. Tidak hanya dari sisi perpajakan, tapi juga dari sisi perizinan. Ini karena kita paham ketika investor itu mau investasi tentu akan lihat paket secara keseluruhan,” terang dia.

Menurutnya harmonisasi insentif fiskal ini akan membuat industri lebih terpacu untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di kancah internasional. "Maka itu, dalam penyusunan kebijakan insentif, pemerintah perlu mengkajinya dengan melihat pohon industri nasional," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Insentif...
Pemerintah Siapkan Insentif Produk Berkelanjutan
Nilai Belanja Perpajakan...
Nilai Belanja Perpajakan 2019 Tembus Rp257,2 Triliun
Pajak Karbon Tidak Jadi...
Pajak Karbon Tidak Jadi Diterapkan Juli 2022, Begini Alasannya
Skema Baru PPN Pertanian...
Skema Baru PPN Pertanian Hanya Sumbang Rp300 M, Pesannya Beri Kepastian Hukum
389 Ribu Wajib Pajak...
389 Ribu Wajib Pajak Ajukan Insentif Fiskal Covid-19
Perpanjangan Insentif...
Perpanjangan Insentif Pajak Properti demi Sektor Konsumsi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
3 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved