RI-Afrika Sepakat Garap Proyek Senilai Rp11,7 Triliun

Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:48 WIB
RI-Afrika Sepakat Garap...
RI-Afrika Sepakat Garap Proyek Senilai Rp11,7 Triliun
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama dengan pemerintah Afrika dalam di bidang infrastruktur dan transportasi.

Keseluruhan kerja sama antara Indonesia dan Afrika mencapai USD822 juta atau sekitar Rp11,7 triliun. Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam kerja sama tersebut antara lain, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Bio Farma (Persero) Tbk, PT INKA (Persero), PT Len Industri (Persero), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Penandatanganan itu dilakukan di depan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini M Soemarno dalam acara Indonesia-Africa Infra structure Dialogue 2019 (IAID) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019). Di depan delegasi Afrika, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia dan Afrika bisa mewujudkan mimpi dan cita-cita untuk maju.

Selain itu, Indonesia merupakan mitra yang tepat untuk Afrika dalam menjalin kerja sama strategis. “Indonesia siap dan sangat senang bekerja sama dengan saudara kami di Afrika. Saya ingin pastikan dan tekankan Indonesia adalah teman yang terpercaya, Indonesia is your true partner, your trus ted friend.

Ini saatnya Indonesia dan Afrika bisa menuangkannya dalam langkah-langkah nyata, cepat, dan taktis demi mewu jud kan masyarakat Afrika yang makmur sejahtera dan bersatu,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini M Soemarno mengatakan, kesepakatan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah Afrika kepada Pemerintah Indonesia melalui BUMNBUMN tersebut. Dia mendorong BUMN untuk terus ber karya hingga menjadi per usahaan berstandar interna sio nal.

“Kerja sama ini menjadikan BUMN-BUMN meningkatkan pelayanan bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Saya berharap BUMN-BUMN yang melakukan kerja sama ini bisa menjadi perusahaan kelas dunia,” kata Rini. Wijaya Karya (WIKA) jadi salah satu BUMN yang akan berinvestasi di bidang infrastruktur di beberapa negara Afrika.

Untuk kesepakatan bis nis yang dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) untuk WIKA di Afrika sebesar USD356 juta atau sekitar Rp4,98 triliun. Dengan rincian pembangunan pelabuhan terminal likuid (bulk liquid terminal) di Zanzibar-Tanzania senilai USD40 juta, pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex-Goree Tower) di Senegal senilai USD250 juta, dan pembangunan rumah susun (social housing) di Pantai Gading senilai USD66 juta.

Kemudian PT INKA (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Len Industri (Persero), dan PT KAI (Persero) yang menyasar sektor perkereta apian. Keempat BUMN tersebut membentuk konsorsium bernama Indonesia Railway Development Consortium (IRDC).

AP II Bidik Bisnis Bandara
Sementara itu, PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) menyatakan siap membidik kerja sama pengelolaan dan pengembangan bandara di Afrika. Presiden Direktur AP II Muhammad Awa luddin mengatakan, sebagai pengelola bandara, pihaknya memiliki kelebihan dari sisi experience, expertise dan expansion sehingga mampu menggarap pasar global secara optimal.

Dia menjelaskan, AP II telah memiliki pengalaman selama 35 tahun mengelola bandara dan kini membawahi 16 bandara di Indonesia. Pada tahun lalu, AP II melayani 115 juta penumpang. “Angkasa Pura II saat ini menjadi pemimpin menyusul sejumlah inovasi termasuk dalam hal digitalisasi layanan di bandara dan kepada traveler pada saat pre-journey, on-journey, dan post-journey ,” ujarnya.

Awaluddin menjelaskan, di pasar Afrika prioritas AP II adalah di capacity building projects (pengelolaan bandara) dan mendukung construction project investments (proyek konstruksi), baik itu di bisnis aero dan non-aero.

Pada capacity building , AP II akan membantu negara-negara Afrika untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pemanfaatan peralatan, dan sumber daya lainnya dalam pengelolaan bandara. Pada tahap awal ini perseroan telah mengidentifikasi tujuh bandara potensial untuk capacity building , yakni di Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Maroko, dan Algeria.

Sementara itu, terkait construction project investments , AP II menjajaki peluang terlibat dalam pembangunan bandara di sisi darat (land side) dan sisi udara (air side) guna mendukung bisnis aero dan non-aero.

Terdapat sembilan bandara yang dinilai potensial terkait construction project investment , yakni di Mesir, Etiopia, Angola, Tanzania, Sudan, Afrika Sela tan, Rwanda, Burkina Faso, dan Zambia. Awaluddin mengatakan, sektor kebandarudaraan di Afrika Tengah berkembang dengan membuka lapangan pekerjaan bagi 7 juta orang dan nilai investasi untuk bandara baru mencapai USD25 miliar berdasarkan data dari Centre for Aviation (CAPA).

“Angkasa Pura II ingin membagi peng alaman dalam mengelola dan mengembangkan bandara pada negara-negara di Afrika,” katanya. Tidak mau kalah, PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) juga siap melakukan ekspansi menjadi operator bandara di Kuwait.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, kesepakatan perjanjian kerja sama tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini. “Kami punya pengalaman mengelola empat belas bandara di Indonesia. Yang mana kami sudah bekerja sama dengan pengelola Bandara Incheon Korea Selatan dalam hal peningkatan sumber daya manusia terkait pelayanan di bandara,“ katanya.

Dia menambahkan, masih ada satu bandara lagi di wilayah Asia yang akan dikerjasamakan dengan perseroan. “Saya belum bisa sebut nama bandara dan negara asalnya, yang jelas kita optimistis bisa mendapatkan kerja sama pengelolaan tersebut,” kata Faik Fahmi. (Ichsan Amin)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Infrastruktur Transportasi...
Infrastruktur Transportasi Konektivitas Perekonomian Daerah
Kemenhub: Jokowi Banyak...
Kemenhub: Jokowi Banyak Bangun Infrastruktur Transportasi
Target Pembangunan Infrastruktur...
Target Pembangunan Infrastruktur Transportasi 2024
Wapres Akui Pembangunan...
Wapres Akui Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia Belum Merata
Perkembangan Infrastruktur...
Perkembangan Infrastruktur Bekasi Dongkrak Nilai Investasi Properti
Perbaiki Transportasi,...
Perbaiki Transportasi, Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Dipercepat
Berita Terkini
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
31 menit yang lalu
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
48 menit yang lalu
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
1 jam yang lalu
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
2 jam yang lalu
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
10 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
12 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved