Subsidi BBM Solar Terancam Jebol, Kemenkeu Ogah Tambah Anggaran

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 06:14 WIB
Subsidi BBM Solar Terancam...
Subsidi BBM Solar Terancam Jebol, Kemenkeu Ogah Tambah Anggaran
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan, tidak akan menambah anggaran untuk mengatasi kuota BBM Solar subsidi yang berlebihan dan berpotensi jebol. Ini mengingat kuota BBM Solar subsidi diprediksi melebihi pagu anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBN 2019.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan, segera meminta daftar dan keterangan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) soal jebolnya kuota BBM Solar subsidi. Hal ini agar jebolnya subsidi solar tidak akan membebani APBN.

"Ada waktu beberapa bulan ke depan hingga akhir tahun ini bagi BPH Migas untuk mengatur volume penyaluran solar subsidi di seluruh Indonesia. Kita lihat persisnya. Case-nya bagaimana. Harusnya ini bisa dikendalikan volumenya. Tentu ini kan masalahnya di volume, bagaimana supaya bisa lebih tepat sasaran," ujar Askolani di Jakarta

Menurutnya pengaturan volume penyaluran tersebut menjadi salah satu upaya yang lebih baik ketimbang menambah anggaran subsidi. "Ya pokoknya kita belum bisa untuk tambah anggaran itu, kalau bisa dikendalikan volume penyalurannya," jelasnya

Sebagai informasi, Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar tahun ini berpotensi jebol. Berdasarkan hasil verifikasi BPH Migas realisasi volume BBM bersubsidi jenis solar sampai Juli 2019 sebesar 9,04 juta kiloliter (kl) dan diproyeksikan sampai akhir tahun 2019 sebesar 15,31-15,94 juta kl.

Artinya, ada potensi kuota berlebih sebesar 0,8-1,4 juta kl atau berpotensi 5,5-9,6%. Sementara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, kuota BBM bersubsidi jenis solar ditetapkan sebesar 14,5 juta kl. Adapun jumlah kuota tersebut lebih kecil dibandingkan pada 2018 sebesar 15,62 juta kl.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamax Ikut Diguyur...
Pertamax Ikut Diguyur Subsidi, Belanja Negara Bisa Bengkak Rp3.000 Triliun
Triliunan Uang Negara...
Triliunan Uang Negara Disedot Subsidi BBM, Segini Kuota Setiap Tahunnya
Beban Keuangan Negara...
Beban Keuangan Negara Disebut Terkena Pukulan Ganda Sekaligus, Apa Itu?
Pasca Penyesuaian Harga...
Pasca Penyesuaian Harga BBM, Subsidi di APBN Harus Ditata Ulang
Azab Penimbun BBM Bersubsidi,...
Azab Penimbun BBM Bersubsidi, Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara hingga Denda Rp60 Miliar
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved