Gandeng ALAMI, TN Kapital Kembangkan Industri Fintech Syariah Indonesia

Jum'at, 13 September 2019 - 05:35 WIB
Gandeng ALAMI, TN Kapital...
Gandeng ALAMI, TN Kapital Kembangkan Industri Fintech Syariah Indonesia
A A A
JAKARTA - Beberapa tahun terakhir, financial technology (fintech) peer-to-peer atau biasa disebut P2P lending mengalami pertumbuhan sangat tinggi karena kebutuhan masyarakat akan layanan pembiayaan online yang mudah dan cepat untuk mengembangkan usahanya. Keberadaan P2P lending juga telah mempercepat inklusi keuangan di Indonesia, serta menjembatani kebutuhan akan akses pembiayaan hingga ke pelosok negeri.

Per 7 Agustus 2019, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin sebanyak 127 perusahaan, bertambah 21 perusahaan sejak bulan Mei 2019. Dari jumlah tersebut, baru ada 8 perusahaan fintech yang memiliki sistem pembiayaan murni syariah yang resmi terdaftar, dan sisanya lebih dari 110 perusahaan melayani pembiayaan konvensional.

CEO TN Kapital, Tiar Karbala, mengatakan berangkat dari fenomena tersebut, masih banyak potensi yang dapat dimaksimalkan pada industri fintech di Indonesia, terutama di sektor provider layanan pembiayaan P2P yang memiliki sistem pembiayaan secara syariah.

"Filosofi kami adalah untuk dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan industri bisnis startup di Indonesia. Untuk itu, kami memutuskan untuk berkolaborasi dengan ALAMI, salah satu start up financing P2P dengan sistem pembiayaan murni syariah. ALAMI sendiri sudah resmi terdaftar di OJK pada 30 April 2019, sehingga aman dan kredibel. Jadi kami percaya ALAMI akan banyak memberikan manfaat yang baik bagi para pelaku UKM maupun para funder atau pendananya," jelas Tiar, Kamis (12/9/2019).

Menurut Tiar, financing fintech P2P dengan sistem berbasis murni syariah di Indonesia masih sangat sedikit. Terutama yang kredibel dan sudah resmi terdaftar di OJK. Padahal menurut data di tahun 2019, dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia, 87,2% atau lebih dari 230 juta orang adalah beragama Islam.

Industri berbasis syariah memiliki potensi yang besar di Indonesia, terutama dalam sektor fintech. Ada sekitar 230 juta penduduk Indonesia beragama Islam. Saat ini juga jumlah UKM di Indonesia hampir 63 juta, namun provider layanan pembiayaan online atau fintech P2P syariah yang sudah resmi terdaftar di OJK jumlahnya masih sangat sedikit, kurang dari 10 provider.

"Kami TN Kapital, ingin menjadi perusahaan venture capital yang juga dapat menjembatani para investor dengan pelaku UKM, yang memang memiliki perhatian lebih dalam sistem pembiayaan berbasis syariah," lanjut Tiar.

Ihsan, Co-Founder TN Kapital menambahkan dari sudut pandang investasi, ALAMI menawarkan banyak keuntungan bagi para funder atau investornya, yang tentunya masih dalam prinsip syariah. Pendana ALAMI akan mendapat ujrah (imbal hasil) atas jasa yang mereka berikan kepada UKM. Tenor pembiayaan pada ALAMI pun dimulai dari 1 hingga 6 bulan, waktu yang relatif lebih singkat untuk menuai pendapatan dibandingkan dengan beberapa literasi investasi.

Dengan modal atau biaya investasi yang bisa dimulai dari Rp1 Juta, ALAMI memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Mulai dari rata-rata imbal hasil sebesar 14%-16% tergantung pada hasil credit scoring, sampai tenor yang relatif lebih singkat dibandingkan dari deposito.

"Pembiayaan peer-to-peer financing syariah juga memiliki keunggulan lebih dari segi kepastian dibandingkan dengan return instrument reksa dana per tahun, mengingat return investment reksa dana yang fluktuatif karena dipengaruhi oleh kinerja pasar," tambahnya.

Sebagai informasi, ALAMI adalah perusahaan teknologi finansial atau fintech dengan model bisnis financial marketplace yang mengusung konsep pembiayaan syariah untuk UKM. Melalui platform digital dan afiliasi dengan berbagai institusi keuangan syariah ternama, ALAMI memberikan akses kepada UKM untuk mendapatkan pembiayaan yang cepat, mudah, aman dan membawa berkah demi mewujudkan mimpi-mimpi mereka dalam membangun bisnis.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fintech Syariah Raih...
Fintech Syariah Raih Penghargaan Internasional sebagai Best Crowdfunding Islamic Platform
Pelaku Bisnis Fintech...
Pelaku Bisnis Fintech P2P Lending Bagikan Tips agar Calon Borrower Tak Gagal Bayar
Salurkan Pembiayaan...
Salurkan Pembiayaan Rp 3,9 Triliun, Fintech P2P Lending Ini Menegaskan Posisinya
Tahun Penuh Tantangan...
Tahun Penuh Tantangan Bagi Fintech P2P, AFPI: Saatnya Bangkit
Investasi Fintech P2P...
Investasi Fintech P2P Lending Moncer saat Wabah Virus Corona
Perkuat Sisi Pembiayaan...
Perkuat Sisi Pembiayaan dalam Ekosistem Pabrik Startup, WGSHub Gandeng Ethis
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
10 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
10 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
11 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved