Ekonom: Kenaikan Cukai Tak Akan Efektif Kurangi Konsumsi Rokok

Sabtu, 14 September 2019 - 00:14 WIB
Ekonom: Kenaikan Cukai...
Ekonom: Kenaikan Cukai Tak Akan Efektif Kurangi Konsumsi Rokok
A A A
JAKARTA - Kebijakan kenaikan cukai rokok sebesar 23% yang diambil pemerintah, menurut ekonom tidak akan efektif mengurangi tingkat konsumsi di masyarakat. Sebelumnya kenaikan rokok menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, salah satu alasannya dilakukan untuk menekan konsumsi, khususnya dari kalangan perempuan dan anak-anak remaja.

Namun Ekonom Core Piter Abdullah mengutarakan, kenaikan cukai rokok harus diiringi dengan penegakan hukum apabila tujuannya agar bisa mengurangi konsumsi rokok. "Tidak akan efektif mengurangi konsumsi rokok oleh masyarakat apabila tidak diiringi penegakkan peraturan lainnya seperti larangan merokok di tempat umum. Larangan ini sudah ada di banyak daerah misalnya di Jakarta. Tapi law enforcementnya nol besar. Masyarakat bisa dengan seenaknya merokok diruang publik," jelasnya.

Sementara itu Menkeu sempat mengungkapkan, adanya tren peningkatan konsumsi rokok dari kalangan perempuan menjadi 9% dari sebelumnya 7%, dan anak-anak remaja menjadi 4,8% dari sebelumnya 2,5%. Selain itu, kenaikan cukai rokok sebesar 23% ini juga dimaksud untuk membasmi peredaran rokok ilegal atau rokok tanpa cukai yang dijual sangat murah.

Lebih lanjut, Piter menerangkan dengan tarif cukai yang lebih tinggi tidak ada jaminan masyarakat bakal meninggalkan kebiasan merokok. Pemerintah sendiri seperti diketahu telah memutuskan menaikkan cukai rokok sebesar 23%, sehingga harga jual eceran rokok menjadi sebesar 35%. Keputusan ini akan berlaku terhitung mulai 1 Januari 2020 mendatang.

"Dengan kenaikan cukai harga rokok naik 35%. Lalu masyarakat merasa kemahalan terus berhenti merokok. kalau itu yang terjadi enggak masalah. Masalahnya bila tidak efektif. Harganya naik, tapi masyarakat tetap beli. Tujuannya adalah untuk mengurangi konsumsi rokok," ujar Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta.

Dia juga menyakini, tambahan cukai ini tidak akan berpengaruh besar terhadap pengusalah. Pasalnya terangnya, ada efek negatif dan positif yang bakal didapatkan. "Pabrik rokok tidak akan banyak dirugikan, maupun tidak banyak juga diuntungkan," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Simplifikasi Cukai Rokok...
Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Memuat Kepentingan Asing
Elemen Industri Rokok...
Elemen Industri Rokok Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai di 2023
Kenaikan Cukai Rokok...
Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Matikan Industri Rokok Kecil
Rokok Murah Makin Marak,...
Rokok Murah Makin Marak, Ini Biang Keladinya
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Dinilai Ganggu Ekonomi...
Dinilai Ganggu Ekonomi Masyarakat, Kenaikan Cukai Rokok Diminta Setop
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
27 menit yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
43 menit yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
54 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
1 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
1 jam yang lalu
Infografis
Khamenei: Negosiasi...
Khamenei: Negosiasi dengan AS Tak akan Selesaikan Masalah Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved